Tim FKIK UIN Malang Raih Penghargaan L’Oréal Hair & Skin Research Grant 2024

FKIK UIN.jpg2

Malang I Serulingmedia.com – Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengharumkan nama institusinya melalui prestasi gemilang di ajang L’Oréal Hair & Skin Research Grant 2024. Tim FKIK, yang terdiri dari dr. Prida Ayudianti, Sp.DVE, FINSDV, FAADV; Dr. apt. Burhan Ma’arif Z.A, M. Farm.; apt. Novia Maulina, M. Farm; dan apt. Mayu Rahmayanti, M. Sc., berhasil menjadi salah satu dari lima pemenang dalam kompetisi bergengsi tersebut, Minggu ( 2/12/2024 ).

Dalam ajang ini, tim FKIK mendapat pendanaan langsung dari L’Oréal, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dan Universitas Indonesia (UI). Penelitian mereka yang berjudul *”Face Mist Nanoemulsi dari Campuran Minyak Kulit Kayu Mesoyi (Cryptocarya massoia) dan Minyak Bunga Cempaka (Magnolia champaca) sebagai Pelindung Kulit bagi Jemaah Haji”* berhasil memukau para juri. Produk inovatif ini bertujuan melindungi kulit jamaah haji dari paparan sinar UV dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Dr. Prida Ayudianti menjelaskan bahwa penelitian ini mengintegrasikan bahan alami khas Indonesia ke dalam formulasi modern. “Kombinasi minyak kulit kayu mesoyi dan bunga cempaka yang diproses dalam bentuk nanoemulsi dapat meningkatkan penetrasi bahan aktif sekaligus menjaga kelembapan kulit,” ungkapnya. Inovasi ini dirancang tidak hanya berlandaskan pada sains modern, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan spesifik jamaah haji yang menghadapi cuaca ekstrem.

Penelitian ini selaras dengan program unggulan FKIK, yakni kedokteran haji dan farmasi halal. Hal ini menjadi solusi untuk tantangan kesehatan kulit jamaah haji dan memperkuat kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dr. Prida juga menyoroti bahwa Indonesia menghadapi kekurangan dermatolog, dengan rasio dokter kulit yang masih jauh dari standar WHO. Sebagian besar dermatolog terkonsentrasi di kota-kota besar, sehingga masyarakat di daerah terpencil sulit mengakses layanan dermatologi. Kondisi ini mendorong inovasi perawatan kulit yang memanfaatkan sumber daya alam lokal, seperti yang dilakukan oleh tim FKIK.

Junaid Murtaza, President Director of L’Oréal Indonesia, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan para pemenang. “Dengan pendanaan penuh dan dukungan penelitian ini, kami berharap ide-ide inovatif dari para pemenang dapat direalisasikan dan memberikan kontribusi nyata di bidang dermatologi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen L’Oréal dalam mendukung perkembangan dermatologi melalui kolaborasi antara industri, akademisi, dan praktisi. Ajang ini mencerminkan sinergi yang kuat untuk menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tim dosen FKIK berharap ajang ini terus berlangsung sebagai wadah pengembangan penelitian ilmiah yang menjawab kebutuhan masyarakat. Mereka juga berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi peneliti muda untuk terus berkarya dan menunjukkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islami dapat menghasilkan solusi inovatif yang berdampak global. ( Eno ).