Tanah Ambles Tengah Malam Gegerkan Kota Batu! BPBD Bergerak Kilat, DPRD Apresiasi Respons Cepat Cegah Musibah Lebih Besar
Batu | Serulingmedia.com – Peristiwa tanah ambles yang terjadi secara tiba-tiba pada Sabtu malam (28/2/2026) pukul 23.00 WIB menggegerkan warga Jl. Diran Gg. VI RT 06 RW 01, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Kejadian yang baru dilaporkan secara resmi pada Minggu (1/3/2026) pukul 15.54 WIB ini langsung ditangani cepat oleh BPBD Kota Batu demi mencegah potensi bencana lanjutan.
Tanah ambles tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran saluran pembuangan kamar mandi serta kondisi tanah yang labil.
Akibatnya, septic tank milik warga setempat, Teguh Wahyudi, ambles dengan dimensi cukup besar—panjang 3 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman mencapai 1,5 meter. Kondisi ini menyebabkan pondasi rumah, khususnya di area kamar mandi, berada dalam posisi menggantung dan berisiko mengalami kerusakan lebih parah.

Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, menyatakan pihaknya langsung turun tangan dengan membantu pengadaan tanah urug serta menurunkan tenaga teknis untuk bekerja bersama masyarakat sekitar.
“Kami lakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan segera dilakukan dan risiko tidak meluas,” tegasnya.
Respons cepat BPBD mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, yang kebetulan lokasi kejadian berada dekat dengan kediaman orang tuanya.
Ia menilai langkah sigap tersebut krusial untuk mencegah bencana yang lebih besar. “Saya mengapresiasi kecepatan BPBD Kota Batu. Semoga segera diperbaiki agar tidak berkembang menjadi musibah yang lebih serius,” ujarnya.
Dalam laporan resmi, dampak kejadian mencakup amblesnya septic tank dan kondisi pondasi rumah yang menggantung, dengan korban terdampak satu keluarga, yakni keluarga Teguh Wahyudi. Hingga kini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Sejumlah pihak terlibat aktif dalam penanganan, mulai dari BPBD Kota Batu, perangkat Kelurahan Sisir, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, relawan, hingga warga sekitar.
Rekomendasi penanganan menekankan tindak lanjut pascabencana serta pengurukan kembali tanah yang ambles oleh dinas terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan permukiman, terutama sistem sanitasi dan stabilitas tanah, agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan warga tetap terjaga. ( Eno).






