Sujud Hariadi Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua PHRI Batu 2025-2030
Batu | Serulingmedia.com – Sujud Hariadi resmi terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu masa bakti 2025-2030. Pemilihan yang berlangsung secara aklamasi ini digelar di Hotel Suki Batu pada Kamis (6/1/2025).

Pimpinan sidang, Rocky selaku General Manager Aston Hotel, menyatakan bahwa berdasarkan surat edaran yang telah dibagikan kepada anggota PHRI sejak Januari lalu, hanya satu nama yang diajukan sebagai kandidat, yaitu Sujud Hariadi.
“Maka sesuai dengan tata tertib pemilihan ketua, jika hingga batas waktu yang ditentukan hanya ada satu calon yang diusulkan, maka calon tersebut ditetapkan secara aklamasi. Dengan ini, Bapak Sujud Hariadi resmi menjadi Ketua PHRI Kota Batu periode 2025-2030,” ujar Rocky dalam sidang pemilihan.

Visi dan Misi Ketua PHRI Terpilih
Setelah ditetapkan sebagai ketua, Sujud Hariadi menyampaikan visi lima tahun ke depan, yaitu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Batu dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia menegaskan pentingnya kerja sama dengan dinas terkait serta Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI untuk memajukan industri perhotelan, restoran, dan pendidikan kepariwisataan.
“Kita akan berjalan bersama untuk mengembangkan pariwisata, terutama di bidang perhotelan, restoran, dan pendidikan kepariwisataan di Kota Batu,” ungkap Sujud.
Dalam misinya, ia menekankan peningkatan kualitas layanan hotel, restoran, serta institusi pendidikan kepariwisataan dengan semangat kebersamaan.
“Tidak ada yang di depan atau di belakang, kita bekerja bersama-sama dengan seluruh anggota untuk meningkatkan kualitas, baik hotel, restoran, maupun sektor oleh-oleh,” tambahnya.
Tantangan dan Strategi Menghadapi Kebijakan Baru
Sujud Hariadi juga menyoroti tantangan yang muncul dengan diberlakukannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025, yang memangkas anggaran sebesar 50 persen. Kebijakan ini mengingatkan pada masa pandemi COVID-19, di mana pemerintah melarang seminar dan rapat di hotel, yang berdampak besar pada industri perhotelan dan restoran.

Untuk mengatasinya, Sujud berencana menggandeng sektor swasta dan korporasi dalam penyelenggaraan berbagai acara guna menstabilkan okupansi hotel dan restoran di Batu.
“Kita akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengadakan acara-acara reguler yang dapat mendukung sektor perhotelan dan restoran,” jelasnya.
Terkait perang harga antarhotel di Kota Batu, ia menegaskan bahwa PHRI tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan harga, namun hanya bisa mengimbau para pelaku usaha agar tidak membanting harga secara berlebihan.
“PHRI hanya bisa memberikan himbauan agar harga tetap rasional sesuai hukum ekonomi,” ucapnya.

Sebagai langkah strategis, PHRI Kota Batu juga akan memperluas jaringan promosi hingga ke luar kota bahkan ke luar Provinsi Jawa Timur untuk menjawab tantangan ekonomi di tahun 2025.
“Kita akan gencarkan promosi berjaringan agar sektor perhotelan dan restoran di Batu tetap kompetitif dan berkembang,” pungkasnya.( Eno).






