Slot Penerbangan Haji Berpotensi Ditambah, Pemerintah Upayakan Biaya Haji Turun Tahun Depan

Halal bi Halal.jpeg23_11zon (1)

Malang I Serulingmedia.com – Pemerintah terus mengupayakan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji, termasuk kemungkinan penurunan biaya pada tahun depan. Staf Ahli Presiden Bidang Haji dan Umroh, Prof. Dr. Muhajir Effendy MAP, mengungkapkan bahwa sejumlah langkah strategis tengah disiapkan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik Iran–Amerika dan Israel.

Prof. Muhajir menegaskan bahwa situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran sebagian jemaah. “Ini yang sedang kita pantau secara seksama, konflik di Timur Tengah itu sampai seberapa nanti punya dampak terhadap pelaksanaan haji. Tapi itu tidak hanya jemaah Indonesia, seluruh dunia pasti akan terdampak,” ujarnya.

Penegasan itu disampaikan Prof. Muhajir usai melakukan kunjungan di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (31/3/2026), saat memberikan keterangan kepada media.

Ia memastikan bahwa tidak ada persoalan prinsip lain terkait kesiapan haji 2026. Pemerintah juga telah melakukan penyisiran terhadap sejumlah komponen biaya untuk meringankan beban jemaah. “Kami sudah bisa menyisir lagi untuk menurunkan biaya. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih turun lagi,” tegasnya.

Salah satu upaya strategis yang tengah diperjuangkan adalah penambahan slot penerbangan bagi jemaah Indonesia. Saat ini, hanya tersedia 17 penerbangan per hari dari Madinah maupun Mekah. Prof. Muhajir mengatakan bahwa usulan penambahan slot melalui Bandara Taif telah disampaikan kepada Presiden.

“Kalau nanti bisa ditambah dari Taif, itu 10 kali penerbangan. Berarti bisa 27 kali penerbangan per hari,” jelasnya. Dengan tambahan tersebut, masa tunggu kepulangan jemaah diperkirakan dapat dipangkas hingga di bawah 35 hari. Pemangkasan ini otomatis mengurangi biaya penginapan, konsumsi, dan logistik lainnya.

Lebih jauh, pihak pengelola bandara di Arab Saudi disebut sangat responsif dan siap melakukan perluasan fasilitas internasional bila dibutuhkan. Namun, penggunaan Bandara Taif secara penuh tidak memungkinkan karena telah digunakan delapan maskapai lain. Meski begitu, skema alternatif dengan 110 slot penerbangan per hari dinilai masih realistis.

Prof. Muhajir menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat diplomasi dan koordinasi lintas sektor demi peningkatan layanan haji. “Ini semua demi meringankan jemaah dan memastikan pelaksanaan haji berjalan lebih efisien,” pungkasnya. ( Eno)