Sentot Ari Wahyudi Ukir Sejarah Baru, Bawa Kota Batu Naik ke Peringkat 7 Porprov Jatim
Batu | Serulingmedia.com – Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, menjadi sosok di balik keberhasilan luar biasa Kota Batu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025.
Di bawah kepemimpinannya, KONI Batu tidak hanya sukses menjadi tuan rumah yang memukau, tetapi juga berhasil mengantar kontingen Batu naik peringkat dari posisi 14 ke posisi 7 se-Jawa Timur.
Capaian ini bukan hal biasa. Untuk pertama kalinya, Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata mampu menyeimbangkan citra pariwisata dan prestasi olahraga secara harmonis.
Sebanyak 113 medali berhasil dikumpulkan — terdiri dari 33 emas, 40 perak, dan 40 perunggu — dari 44 cabang olahraga (cabor) yang diikuti.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Chori, memberikan apresiasi tinggi kepada Sentot.

Menurutnya, keberhasilan KONI Batu tidak lepas dari tangan dingin dan gaya kepemimpinan Sentot yang visioner serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor.
“Dengan keberhasilan tahun 2025 kemarin, artinya kita sebagai daerah baru belum pernah jadi tuan rumah, tapi mampu menunjukkan prestasi luar biasa. Ranking naik dari 14 ke 7, emas dari 22 ke 33. Itu prestasi nyata. Sentot berhasil membawa semangat baru dalam dunia olahraga Batu,” ujar Chori.
Penegasan itu disampaikan Chori dalam Rapat Kerja KONI Kota Batu yang berlangsung di Hotel Zam-Zam, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan KONI di bawah kepemimpinan Sentot menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia olahraga dapat menghasilkan prestasi besar.
Lebih dari sekadar raihan medali, keberhasilan Porprov di Batu menjadi tonggak sejarah bagi penyelenggaraan event olahraga yang berpadu dengan pariwisata.
Di bawah koordinasi Sentot, sejumlah venue pertandingan ditempatkan di kawasan wisata, hotel, dan gedung bersejarah, yang kemudian mendapat sambutan hangat dari para peserta dan masyarakat Jawa Timur.
“Venue kita baru kali ini ditaruh di tempat wisata, di hotel, di gedung benteng. Itu bagian dari inovasi KONI Batu di bawah kepemimpinan Sentot. Masyarakat melihat olahraga bukan sekadar lomba, tapi juga pengalaman yang menyenangkan,” tambah Chori.
Sementara itu, Sentot Ari Wahyudi dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif antara pemerintah, pengurus cabang olahraga, dan para atlet muda Kota Batu. Ia menegaskan bahwa prestasi harus menjadi budaya, bukan hanya momen.

“Kami bekerja bukan untuk event semata, tapi untuk membangun fondasi olahraga yang kuat. Batu punya potensi besar, dan tugas KONI adalah memastikan potensi itu berkembang lewat pembinaan yang berkelanjutan,” tegas Sentot.
Keberhasilan Porprov IX juga mengukuhkan posisi Batu sebagai tuan rumah terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Porprov Jawa Timur.
Sinergi antara olahraga dan pariwisata berhasil menciptakan warna baru dalam dunia olahraga daerah, sekaligus memperkenalkan Batu sebagai destinasi sport tourism yang potensial.
Meski masa jabatan Sentot sebagai Ketua KONI Batu periode ini segera berakhir, banyak pihak menilai dirinya layak kembali memimpin untuk periode kedua. Saat dimintai tanggapan, Chori menyebutkan bahwa keputusan ada di tangan anggota KONI dan para cabang olahraga.
“Tentu semua kembali pada mekanisme internal KONI. Pemerintah tidak akan mengintervensi. Namun, kiprah Sentot sejauh ini patut diapresiasi karena membawa Batu ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dengan segala pencapaian tersebut, Sentot Ari Wahyudi kini tak hanya dikenal sebagai pemimpin olahraga, tetapi juga simbol kebangkitan semangat juang Kota Batu.
Di bawah kepemimpinannya, Batu membuktikan diri — bukan hanya kota wisata yang indah, tetapi juga kota berprestasi yang mengharumkan Jawa Timur di panggung olahraga.( Eno).






