Selamatan dan Tirakatan Gajah Purwo Nusantara: Penghormatan untuk Pahlawan Kemerdekaan dan Ibu Nyai Lilik
Batu | Serulingmedia.com – Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN) Pusat Batu kembali menyelenggarakan selamatan dan tirakatan di Pendopo Agung Markas Besar GPN, Sidomulyo, Batu, Jum’at ( 16/8/2024 ).

Acara ini memiliki makna khusus, diadakan sebagai bentuk kirim doa bagi para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus untuk mengenang Ibunda Bu Nyai Lilik, sosok yang juga telah memberikan kontribusi besar dalam membina umat.
Ketua Yayasan GPN, Achmad Tohir Setyawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain mendoakan para pahlawan pejuang kemerdekaan RI, doa juga dipanjatkan untuk Ibunda Bu Nyai Lilik.
” acara ini bukan hanya untuk mengenang jasa para pahlawan nasional, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam kehidupan beragama dan sosial di masyarakat ” Ungkap Wawan panggilan akrab Ketua Yayasan GPN putera pertama KH. Muhammad Husein.

Acara ini dipimpin oleh Ustad Daud yang memandu prosesi tahlil dan doa, dengan KH. Abdullah dari Kasembon, Malang, yang memanjatkan doa khusus.
Kehadiran puluhan santri GPN dan masyarakat sekitar turut menambah kekhusyukan suasana, menjadikan malam itu sebagai momen refleksi spiritual yang mendalam.
Di tengah suasana khidmat, mereka berdoa untuk para pahlawan bangsa serta merenungkan kembali perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu.
Yayasan GPN, yang dikenal dengan semboyan “Salam Loman Sugih,” menekankan pentingnya berbagi dalam sunyi dan bekerja dengan tulus untuk kebaikan bersama.

Melalui selamatan dan tirakatan ini, GPN menunjukkan bahwa menghormati jasa pahlawan bukan hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah diwariskan.
Dengan kirim doa yang ditujukan tidak hanya untuk para pahlawan kemerdekaan, tetapi juga untuk tokoh-tokoh yang berjasa di lingkup agama seperti Ibunda Bu Nyai Lilik, GPN berharap agar semangat perjuangan dan pengabdian tetap hidup di hati setiap generasi.
” Ini adalah bentuk nyata dari bagaimana GPN menjaga dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan, gotong royong, dan ketulusan dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu, baik dalam konteks nasional maupun spiritua ” pungkas Wawan.( Eno ).






