Pasukan Gabungan Polres Batu Bikin Massa Kocar Kacir Dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2024

Screenshot_20240816-150345_WhatsApp

 

Batu | Serulingmedia.com , – Suasana Kota Batu mencekam ratusan massa yang awalnya melakukan aksi demonstrasi damai tiba-tiba berubah menjadi anarkis dan menyerang petugas kepolisian yang berjaga.

Massa terprovokasi sehingga terjadinya pelemparan dan penyerangan terhadap petugas.

Petugas kepolisian Polres Batu berusaha melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan massa mendapatkan penolakan.

Namun massa semakin memanas dan meneriakkan yel-yel anarkis, hingga mencoba menerobos barikade polisi.

Situasi semakin genting, memaksa Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., mengerahkan pasukan Dalmas Satuan Samapta serta bantuan satuan dari Sat Brimob.

Dengan cepat, pasukan gabungan berhasil mengamankan lokasi dan memukul mundur massa. Situasi pun kembali kondusif.

Kejadian ini merupakan gambaran dari Simulasi Pengamanan Kota (SISPAMKOTA) yang digelar oleh Polres Batu dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2024 dilaksanakan di halaman parkir Jatim Park 3, Jumat (16/8/2024).

Simulasi ini bertujuan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya situasi serupa selama Pilkada Serentak 2024.

Kapolres Batu menyatakan bahwa simulasi ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan seluruh komponen, termasuk Polri, TNI, serta pemerintah, dalam menyukseskan Pilkada serentak 2024.

Kegiatan simulasi ini mencakup berbagai tahapan Pilkada, mulai dari awal hingga potensi penolakan hasil suara yang bisa berujung pada kerusuhan.

Dengan demikian, simulasi ini menjadi sangat penting dalam memastikan kesiapan personil keamanan menghadapi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama proses Pilkada berlangsung.

“Menjelang Pilkada Serentak 2024, Polres Batu telah menyiapkan berbagai persiapan, salah satunya adalah apel gelar dan simulasi pengamanan kota ini sebagai gambaran jika terjadi aksi anarkis,” ujarnya.

Simulasi tersebut melibatkan berbagai skenario, mulai dari tahapan awal Pilkada hingga simulasi penolakan hasil suara yang berujung pada kerusuhan. AKBP Andi menegaskan bahwa inti dari simulasi ini adalah memastikan kesiapan dan pemahaman personel terkait pengamanan dalam setiap tahapan Pilkada, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kapolres Batu menyebutkan, personil yang terlibat sekitar 1.400 personil, termasuk dari Polri, TNI, serta unsur pemerintah dan Linmas, menjadi bukti komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan selama Pilkada. Selain itu, keberadaan satu kompi Brimob dan Dalmas dari Polda Jatim menambah kekuatan pengamanan yang siap dikerahkan bila situasi mengharuskan.

“Kami menyiapkan total 700 personel, sekitar 450 personel dari Polres Batu akan dikerahkan, dibantu oleh satu kompi Brimob dan Dalmas Polda Jatim, ditambah dengan bantuan dari TNI, unsur pemerintah, serta Linmas. Jika di total, sekitar 1.400 personel akan dilibatkan. Semoga tahapan Pilkada 2024 dapat berjalan lancar dan aman demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.( Eno ).