Rektor UIN Maliki Malang Perkuat Semangat Kolaborasi Riset Lewat Hibah Jatim Melaju 2026

943205_11zon

Malang | Serulingmedia.com —Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, membuka rapat koordinasi panduan dan pelaksanaan Hibah Penelitian Jatim Melaju 2026 pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun riset perguruan tinggi yang berkualitas, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Forum koordinasi ini menghadirkan ruang perjumpaan yang konstruktif bagi perguruan tinggi di Jawa Timur untuk menyamakan langkah dan memperkuat sinergi.

Dengan atmosfer yang terbuka dan penuh optimisme, pertemuan ini dirancang bukan sebagai ajang persaingan, melainkan sebagai wadah kolaborasi demi melahirkan riset unggul yang memberikan manfaat luas.

Diskusi yang dipandu Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., berlangsung hangat, komunikatif, dan kaya gagasan.

Turut hadir Ketua LP2M PTN se-Jawa Timur, Prof. Dr. Naim, bersama para pengelola riset dari berbagai perguruan tinggi.

Setiap sesi diskusi berjalan efektif, membahas penajaman tema riset, teknis pelaksanaan di lapangan, hingga format pelaporan yang akuntabel dan berorientasi mutu.

Dalam arahannya, Prof. Ilfi menyampaikan harapan besar agar forum ini mampu memperkuat kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi.

Sosialisasi panduan dan petunjuk teknis hibah diyakini dapat memberikan kejelasan sekaligus semangat baru bagi para peneliti, khususnya penerima dana hibah dari Kementerian Keuangan.

“Kampus boleh berbeda, tetapi tujuan kita satu, yakni meningkatkan kualitas riset dan menghasilkan lulusan yang unggul,” ujar Prof. Ilfi dengan penuh keyakinan.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang inklusif, saling menguatkan, dan memiliki daya saing global.

Kolaborasi, menurutnya, merupakan kunci utama kemajuan riset perguruan tinggi.

Prof. Ilfi juga mendorong percepatan pengesahan panduan penelitian dana hibah agar dapat menjadi pijakan yang kokoh dan memberikan kepastian bagi para peneliti.

Dengan panduan yang jelas dan solid, proses penelitian diyakini akan berjalan lebih terarah, produktif, dan berkualitas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hibah penelitian memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu riset. Hibah tidak hanya dipahami sebagai dukungan pendanaan, tetapi juga sebagai instrumen penguatan kualitas, relevansi, dan keberlanjutan riset yang bernilai nasional maupun global.

Fokus riset dalam program Jatim Melaju 2026 diarahkan selaras dengan RPJMP Provinsi Jawa Timur 2025–2029 serta sembilan prioritas Nawa Cita.

Keselarasan ini diharapkan mampu melahirkan riset yang solutif, aplikatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

“Dengan arah yang jelas dan panduan yang kuat, riset tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Prof. Ilfi dengan penuh optimisme.( Eno).