Rektor UIN Maliki Malang: Guru Besar Bukan Mahkota, tapi Amanah Besar

908335_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menegaskan bahwa menjadi guru besar bukan sekadar puncak akademik, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral dan sosial.

Penegasan itu disampaikan saat pengukuhan 11 Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat UIN Maliki Malang, Selasa (20/1/2026).

“Gelar profesor boleh berada di langit akademik, tetapi tanggung jawabnya harus tetap berpijak di bumi, dekat dengan mahasiswa dan realitas bangsa,” tegas Prof. Ilfi.

Pengukuhan tersebut menjadi penanda kuat komitmen UIN Maliki Malang dalam memperkuat mutu keilmuan, karakter, dan nilai-nilai pendidikan Islam berwawasan global.

“UIN Maliki Malang tidak hanya mencetak sarjana dan doktor, tetapi menyiapkan pemimpin masa depan yang beriman, bertakwa, dan berilmu,” ujarnya.

Rektor juga mengungkapkan reputasi internasional UIN Maliki Malang yang terus menguat, ditandai dengan meningkatnya minat mahasiswa asing dari Eropa, Afrika, hingga Amerika, termasuk pada program magister dan doktoral.

“Kepercayaan dunia internasional itu dibuktikan dengan pendanaan luar negeri hampir Rp1 triliun. UIN Maliki Malang menjadi satu-satunya PTKIN yang memperoleh kepercayaan tersebut,” ungkapnya.

Sebelas guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, hukum, sastra, psikologi, hingga kajian Islam kontemporer.

Mereka adalah:
Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si – Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial,
Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I – Kebijakan Pendidikan Islam,
Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag – Sastra Arab,
Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd – Manajemen Mutu Pendidikan Islam,
Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd – Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab,
Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A – Kepemimpinan Pendidikan Islam,
Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. – Hukum Ekonomi,
Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si – Psikologi Sosial,
Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag – Strategi Pembelajaran PAI,
Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D – Tafsir Tematik, dan
Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag – Pemikiran Islam Indonesia.

Prof. Ilfi menyebut awal 2026 sebagai masa “panen guru besar” di UIN Maliki Malang. Namun ia menekankan, capaian ini harus melahirkan lompatan kualitas pendidikan, bukan berhenti pada gelar.

“Ilmu harus mengendap di hati mahasiswa. Pendidikan tidak boleh berhenti pada retorika,” ujarnya,

mengutip pesan Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar.
Ia pun mengingatkan peran guru besar di era kini bukan sekadar pengajar, tetapi pendidik utuh—murobbi, mursyid, dan teladan akhlak—yang mengintegrasikan ilmu dan Islam sebagai ruh akademik UIN Maliki Malang. ( Eno).