Fakultas Humaniora UIN Malang Rombak Kurikulum, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global dan Siap Hadapi Akreditasi
Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mempercepat pembaruan kurikulum sebagai langkah strategis meningkatkan mutu akademik sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tuntutan dunia kerja dan persaingan global. Proses penyempurnaan tersebut dibahas dalam rapat Tim Pembaruan Kurikulum yang digelar di Kampus III Fakultas Humaniora, Senin (3/8/2026), dengan menghadirkan Assoc. Prof. Meinarni Susilowati, asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Langkah ini menegaskan komitmen Fakultas Humaniora untuk memastikan kurikulum tidak sekadar memenuhi instrumen akreditasi, tetapi benar-benar menjadi fondasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, dan dinamika masyarakat.
Rapat dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Halimi, M.Pd., serta dihadiri Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., Ketua Program Studi Sastra Inggris Dr. Agwin Degaf, M.A., para sekretaris program studi, dan seluruh Tim Pembaruan Kurikulum Fakultas Humaniora.
Fokus pembahasan diarahkan pada penyelarasan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), struktur mata kuliah, hingga metode pembelajaran dan sistem asesmen. Seluruh komponen dirancang saling terhubung agar proses pembelajaran berjalan terukur dan menghasilkan kompetensi sesuai target.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan investasi akademik jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administrasi akreditasi.
“Pembaruan kurikulum bukan sekadar memenuhi tuntutan akreditasi, tetapi merupakan ikhtiar akademik untuk memastikan setiap lulusan Fakultas Humaniora memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan masyarakat global. Karena itu kami membangun keterkaitan yang utuh mulai dari profil lulusan, CPL, CPMK hingga strategi pembelajaran dan asesmen,” ujarnya.
Menurut Halimi, kualitas lulusan sangat ditentukan oleh kekuatan desain kurikulum. Karena itu, masukan dari pakar eksternal dan asesor BAN-PT menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun benar-benar berkualitas, adaptif, dan implementatif.
Sementara itu, Assoc. Prof. Meinarni Susilowati menilai kurikulum yang efektif harus memiliki kesinambungan antarkomponen sehingga mampu menjadi panduan pembelajaran yang jelas sekaligus menghasilkan lulusan sesuai kompetensi yang ditetapkan.
“Kurikulum yang baik harus memiliki keterkaitan yang jelas antara profil lulusan, CPL, CPMK, mata kuliah, metode pembelajaran hingga sistem asesmennya. Keselarasan tersebut menjadi indikator bahwa proses pendidikan benar-benar dirancang untuk menghasilkan lulusan sesuai kompetensi yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia mengapresiasi komitmen Fakultas Humaniora yang terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara sistematis. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan institusi membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan perbaikan berkelanjutan.
Perspektif asesor BAN-PT dalam rapat tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat substansi kurikulum agar lebih responsif terhadap perubahan lanskap pendidikan tinggi, perkembangan keilmuan, serta kebutuhan dunia kerja.
Melalui pembaruan kurikulum yang dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pimpinan fakultas, program studi, tim kurikulum, dan pakar eksternal, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan langkah transformasi akademiknya. Kurikulum diposisikan sebagai instrumen utama untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mencetak lulusan yang unggul, berpikir kritis, memiliki kompetensi profesional, dan mampu bersaing di tingkat global. ( ENO)






