Rektor UIN Malang Gemparkan Raker PTN Jatim: Tegaskan Kolaborasi Riset Wajib Berdampak Nyata

729527_11zon

Malang |Serulingmedia.com— Rapat Kerja V Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur 2025 di Universitas Brawijaya menjadi panggung penting bagi Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Ilfi mengguncang forum dengan penegasan bahwa kolaborasi riset antar kampus tidak boleh lagi sekadar seremonial, tetapi harus berdiri di atas regulasi kuat dan menghasilkan dampak nyata bagi bangsa.

Pada sesi strategis bertajuk “Tindaklanjut Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi: Riset Berdampak antar Perguruan Tinggi dan DUDI Tahun 2026”, Prof. Ilfi menekankan pentingnya fondasi hukum yang jelas dalam kerja sama riset.

“Penguatan riset harus berdasar pada Undang-Undang No. 12 Tahun 2012. Riset yang baik menunjukkan keberdampakannya—mencerdaskan bangsa, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun peradaban,” tegasnya.

Sesi ini juga menghadirkan Prof. Ir. Agus Muhammad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D. (ITS) dan Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD., Ph.D. (UNAIR).

Ketiganya sepakat bahwa ke depan, perguruan tinggi harus memperkuat jejaring kolaborasi, berpikir global, dan menghasilkan riset yang aplikatif, inovatif, serta berkualitas publikasi.

Prof. Ilfi mengungkapkan bahwa pada 2026 UIN Maliki Malang bertekad memperluas kerja sama riset lintas kampus.

“Kami ingin memperkuat kolaborasi dengan PTN lain. Misalnya dengan UM di bidang pendidikan, dengan UNAIR di bidang kedokteran dan lingkungan. Hasil riset itu sangat kami perlukan untuk diterapkan di pesantren,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi didampingi para pimpinan universitas: Wakil Rektor I Drs. H. Basri, M.A., Ph.D.; Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag.; serta Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A.

Kehadiran lengkap jajaran rektorat memperkuat komitmen UIN Malang dalam mendorong ekosistem riset kolaboratif, memperluas inovasi akademik, dan membangun jejaring institusional yang lebih kuat.

Rapat Kerja V Paguyuban Rektor PTN se-Jatim yang diikuti 21 PTN, PTKIN, dan Politeknik ini diharapkan menghasilkan kebijakan kolaboratif untuk menciptakan atmosfer akademik yang produktif, sinergis, dan berdampak langsung bagi pembangunan nasional.( Eno).