UIN Malang Teguhkan Komitmen Anti Korupsi Bersama KPK: Rektor Tegaskan Kampus Harus Jadi Benteng Moral
Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meneguhkan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berkarakter Ulul Albab dengan menjadi tuan rumah Diskusi Kerjasama Jejaring Pendidikan Anti Korupsi (PAK) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Senin (27/10/2025).

Hadir dari KPK, tim dari Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat yang terdiri dari Dian Novianthi (Direktur Jejaring Pendidikan), Masagung Dewanto (Kasatgas Pendidikan Tinggi), Indira Zachriyan (Spesialis Jejaring Pendidikan), dan Astria Dewanti. Acara ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Rektor Perkenalkan Identitas Ulul Albab dan Kesiapan UIN sebagai Mitra Strategis KPK
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Ilfi Nur Diana memperkenalkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai PTKIN dengan ciri khas Ulul Albab, yakni kampus yang membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berintegritas tinggi. Ia menyebut bahwa pendidikan antikorupsi sangat selaras dengan nilai-nilai Ulul Albab yang menekankan kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral.

“Sebagai kampus Ulul Albab, kami ingin mahasiswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersih hati dan tegas menolak praktik korupsi. Pendidikan antikorupsi harus menjadi bagian dari budaya spiritual dan ilmiah kampus,” tegas Prof. Ilfi.
Rektor juga menanyakan apakah KPK telah menerbitkan buku pembelajaran atau modul Pendidikan Anti Korupsi yang dapat dijadikan referensi untuk penguatan kurikulum kampus. Ia menegaskan bahwa buku rujukan sangat penting dalam melaksanakan program integritas secara tepat.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa UIN Malang telah mengikuti Program Menuju Zona Integritas (PMPZI), meskipun saat ini masih sebatas tingkat fakultas. Ia menyebut nama Pak In’am yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPI (Satuan Pengawasan Internal), dikenal sangat tegas dalam menentukan batas integritas yang boleh dan tidak boleh dilanggar.
Rektor juga memperkenalkan Pak Ridwan sebagai Kepala SPI yang baru, yang akan melanjutkan penguatan sistem pengawasan antikorupsi di lingkungan kampus.
Dian Novianthi Paparkan Strategi Trisula dan Ekosistem Antikorupsi

Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi (Novi), mengungkapkan bahwa kunjungan ke UIN Malang sebenarnya direncanakan pada bulan Juni. Namun, karena adanya pergantian kepemimpinan, agenda baru terlaksana sekarang.
Dalam paparannya, Novi menjelaskan bahwa tim yang hadir berasal dari Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, yang menjalankan Trisula Pemberantasan Korupsi sebagaimana diamanatkan UU No. 19 Tahun 2019, yaitu:1. Penindakan, 2. Pencegahan
dan 3. Pendidikan
Terkait strategi pendidikan antikorupsi, Novi memaparkan tiga fokus utama:
Insersi PAK ke dalam kurikulum – di UIN sudah ada, namun masih sporadis.
Pembangunan ekosistem pendidikan – penguatan karakter dan sikap antikorupsi.
Pembangunan jejaring PAK antar kampus
Lebih lanjut, ia menyebut peran perguruan tinggi meliputi:
Edukasi, Ekosistem dan Aksi Integritas – mahasiswa harus menghasilkan aksi nyata, seperti konten kreatif antikorupsi
“Pendidikan anti korupsi wajib diselenggarakan agar membangun sikap nontoleransi sejak dini. Mahasiswa bukan hanya tahu, tetapi harus berani menolak dan melawan korupsi,” tegas Dian.
Ia menegaskan PAK dapat dimasukkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi (PBM, Pengabdian, Penelitian), dan capaian pembelajarannya diselaraskan dengan standar UNCAC (United Nations Convention against Corruption).
KPK juga sedang menyusun buku panduan pengendalian gratifikasi, yang ditargetkan selesai dan diluncurkan pada akhir Oktober.
Langkah Lanjut: Dari Forum Wacana menuju Ekosistem Integritas Kampus

Prof. Ilfi memastikan diskusi ini akan ditindaklanjuti secara sistemik melalui integrasi kurikulum, penguatan budaya kampus, program mahasiswa, hingga gerakan integritas dosen dan tenaga kependidikan.
“Kami siap menjadi kampus rujukan pendidikan antikorupsi berbasis spiritualitas dan akhlak Ulul Albab. Kerja sama ini bukan akhir, tapi awal untuk membangun generasi bangsa yang amanah,” tutupnya.
Diskusi ini ditutup dengan optimisme bersama bahwa UIN Malang siap menjadi laboratorium integritas, serta mitra strategis KPK dalam membangun jejaring kampus pelopor anti korupsi berbasis nilai moral dan spiritual.
Hadir dalam diskusi tersebut yakni Prof. Triyo WR 3, Prof. Hamid WR 4, s
Ridwan Ketua SPI, dan Prof. Agus Maimun Dir. Pasca. ( Eno).






