RAT Perdana Kopja PWI, Kunci Kesejahteraan Wartawan

844703_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Koperasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menunjukkan langkah progresif dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana sebagai penanda tutup buku tahun 2025 sekaligus awal penguatan usaha di tahun 2026.

Koperasi Jasa Pena Wartawan Indonesia (Kopja PWI) ini menegaskan komitmennya menjadi pilar kesejahteraan wartawan yang mandiri dan profesional.

Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, menyampaikan bahwa seluruh proses legalitas koperasi telah rampung sejak Juni 2025.

Ia menegaskan koperasi ini dibentuk secara serius untuk meningkatkan kesejahteraan anggota PWI Malang Raya.

“Alhamdulillah, meski masih baru, koperasi ini sudah mampu menghasilkan,” ujar Cahyono.

Ke depan, Kopja PWI Malang Raya tidak hanya berhenti pada usaha konvensional. Koperasi ini merencanakan ekspansi ke bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan berlokasi di Pagak dan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Selain itu, pengurus juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Danantara untuk mendapatkan suntikan modal usaha, serta membuka peluang kolaborasi dengan salah satu dealer mobil listrik yang telah memberikan sinyal positif.

“Ini membutuhkan keseriusan seluruh pengurus dan anggota agar koperasi benar-benar hidup dan mampu menghidupi anggotanya,” tegas Cahyono.

RAT perdana Kopja PWI digelar di Ruang Rapat Gedung Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma), Jalan Bromo Nomor 25, Kota Malang, Selasa (6/1/2026).

Rapat ini dihadiri 100 persen anggota, yakni 22 orang, sebuah capaian yang mencerminkan soliditas organisasi.

RAT mengusung tagline “Menjadi Pilar Kesejahteraan Wartawan Malang Raya yang Mandiri dan Profesional melalui Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gaperoma, Johny ST, memberikan apresiasi atas berdirinya koperasi wartawan Malang Raya.

Menurutnya, Kopja PWI harus diposisikan sebagai sarana bisnis organisasi yang dikelola secara profesional.

“Seluruh anggota harus merasa memiliki koperasi. Tentukan arah usaha yang fokus dan letakkan sistem agar kepengurusan berikutnya bisa melanjutkan dengan baik,” pesan Johny.

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Pena Wartawan Indonesia, Hj. Endang Sukarelawati, mengungkapkan rasa syukur atas tuntasnya legalitas koperasi, termasuk pemenuhan administrasi e-Faktur perpajakan. Dengan kelengkapan tersebut, ia optimistis kerja sama dengan berbagai mitra dapat ditingkatkan.

Dari sisi pemerintah, Mahardika Dwi Irawan, SE, selaku Fungsional Pengawas Koperasi Diskopindag Kota Malang, menyebut RAT perdana Kopja PWI patut diapresiasi. Pasalnya, Kopja PWI menempati peringkat keenam dari 409 koperasi aktif di Kota Malang dalam pelaksanaan RAT.

“Momentum RAT ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan dan pengembangan usaha ke depan. Dukungan serta kontribusi anggota menjadi kunci keberhasilan koperasi,” ujar Mahardika.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Diskopindag Kota Malang siap mendukung koperasi dengan skema pembiayaan usaha mikro yang memiliki pola pelunasan ringan dan berkelanjutan.

Dengan fondasi legalitas yang kuat, dukungan penuh anggota, serta arah bisnis yang jelas, Kopja PWI Malang Raya optimistis melangkah menjadi model koperasi wartawan yang tangguh, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.( Har/Eno).