Rapat Koordinasi “mBatoe nDungo”: Membangun Ruang Spiritual dan Budaya dari Kota Batu untuk Nusantara

Screenshot_2025-06-23-06-55-43-683_com.whatsapp-edit

Batu | Serulingmedia.com — Dalam semangat gotong royong dan kolaborasi lintas komunitas, Dewan Pimpinan Cabang K-SARBUMUSI Kota Batu bersama Pengurus Cabang LESBUMI Kota Batu sukses menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan malam 1 Suro dan Tahun Baru Islam bertajuk “mBatoe nDungo”. Rapat berlangsung khidmat di Kantor DPC K-SARBUMUSI Gedung PCNU Kota Batu Lantai 1, pada Ahad Kliwon (22/6/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Yuli Efendi Mas’ud, S.Pd.I, dan didukung penuh oleh Ketua DPC K-SARBUMUSI Kota Batu, Rudianto (Goes Idur). Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari berbagai komunitas dan organisasi lintas iman, budaya, dan generasi. Di antaranya:

DPC K-SARBUMUSI Kota Batu

PC LESBUMI Kota Batu

Jaringan GUSDURian

PC Fatayat NU

MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia)

Padepokan Bumiaji Panatagama

GEMA PAKTI

PC GMNI

Saka Bhayangkara

PPBN (Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara)

JUPEL (Juru Pemelihara Punden)

Komunitas seniman dan budayawan lokal

Dan berbagai lembaga kebudayaan lainnya

Tema dan Rangkaian Acara: “mBatoe nDungo”

Acara utama akan digelar pada Kamis Wage, 26 Juni 2025, mengusung tema:

mBatoe nDungo
Sumrambah e dungo kutha mBatoe dateng Nuswantoro lan dunyo jagad raya

Kegiatan ini akan diisi dengan ritual spiritual khas Nusantara, yakni Tirakatan Mubeng Alun-Alun Kota Batu, sebuah tradisi mengelilingi pusat kota seraya bermunajat bersama memohon keselamatan dan keberkahan untuk alam semesta.

Rangkaian acara lainnya meliputi:

Kirab pusaka (tosan aji)

Pertunjukan teaterikal budaya

Doa bersama lintas agama dan kepercayaan

Orasi budaya oleh tokoh masyarakat

Tumpengan dan makan bersama

Sholawatan lintas elemen

Penampilan kolaboratif komunitas spiritual dan budaya

Komitmen Menjaga Jati Diri Kota Batu

Dalam sambutannya, Ketua DPC K-SARBUMUSI Rudianto (Goes Idur) menyampaikan pentingnya menciptakan ruang spiritual dan budaya yang terbuka bagi semua. Ia menegaskan, “Kota Batu harus terus menjadi kota religius dan berbudaya. Ini adalah ikhtiar kita bersama.”

Dukungan serupa juga datang dari berbagai tokoh, seperti Abah Amadji (LESBUMI), Ki Darno (GUSDURian), Ki Lelono (MLKI), Hj. Siti R.A. (Fatayat NU), dan Kyai Musyrifin (Panatagama Bumiaji). Mereka menekankan pentingnya momen ini sebagai perwujudan syukur, sekaligus pengingat nilai-nilai spiritual dalam menyambut Tahun Baru Jawa dan Hijriyah.

“Kegiatan ini bukan sekadar peringatan spiritual, namun juga menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas iman dan budaya. Dari Batu untuk Nuswantara dan dunia,” ujar Ketua Panitia, Yuli Efendi Mas’ud.

Acara mBatoe nDungo diharapkan menjadi tradisi tahunan yang memperkuat harmoni, spiritualitas, dan identitas kebudayaan Kota Batu yang majemuk.( Eno).