Ucok Siregar Pimpin POBSI Kabupaten Kediri, Porprov 2027 Jadi Ujian Kepemimpinan

1836458_11zon

Kediri | Serulingmedia.com — Tongkat kepemimpinan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Kediri berpindah ke tangan Ucok Siregar.

 

Ia terpilih sebagai Ketua POBSI Kabupaten Kediri melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) POBSI 2026 yang berlangsung di Rumah Makan Bu Eko, Tulungrejo, Pare, Sabtu (8/8/2026).

 

Terpilihnya Ucok bukan sekadar pergantian nakhoda organisasi. Ada pekerjaan rumah yang segera menunggu: menghidupkan gairah olahraga biliar, membenahi organisasi, sekaligus menyiapkan atlet potensial menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

 

Muskab tersebut dihadiri Ketua Harian POBSI Jawa Timur H. Sonny Ardianzah, Sekretaris Umum Purwanto, Ketua Bidang Organisasi Gaib Sampurno, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Ramdiansyah, serta anggota POBSI Kabupaten Kediri.

 

Suasana Muskab berlangsung dalam semangat konsolidasi. Forum itu menjadi ruang untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus menentukan arah pembinaan biliar Kabupaten Kediri ke depan.

 

Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Ramdiansyah menyambut terpilihnya Ucok dengan harapan besar.

Menurut dia, kepemimpinan baru harus mampu membawa energi baru bagi perkembangan biliar di daerah.

 

“Selamat kepada ketua terpilih Ucok Siregar. Semoga dengan terpilihnya ketua baru ini mampu meningkatkan gairah olahraga biliar di Kabupaten Kediri.”

 

Bagi Hakim, olahraga prestasi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan organisasi. Dibutuhkan pembinaan yang serius agar potensi atlet dapat berkembang menjadi prestasi.

 

Harapan itu beririsan dengan agenda POBSI Jawa Timur. Ketua Harian POBSI Jatim H. Sonny Ardianzah meminta Ucok segera bergerak setelah terpilih.

Menurutnya, pekerjaan pertama adalah melengkapi struktur kepengurusan, kemudian melakukan koordinasi untuk menyusun program pembinaan.

 

“Ketua terpilih diharapkan segera melengkapi susunan pengurus, melakukan rapat koordinasi, dan mulai mencari bibit-bibit terbaik atlet biliar untuk dipersiapkan menghadapi Porprov 2027.”

 

Pesan Sonny tersebut menempatkan Porprov 2027 sebagai target yang tidak bisa ditunda.

 

Waktu persiapan harus dimanfaatkan untuk mencari atlet, melakukan seleksi, menyusun program latihan, serta mengukur kemampuan melalui kompetisi.

 

Sebab, prestasi tidak lahir dari latihan yang dilakukan menjelang pertandingan. Ia membutuhkan proses panjang dan konsistensi.

 

Di sisi lain, Ucok Siregar menyadari jabatan yang diterimanya membawa tanggung jawab terhadap perkembangan biliar Kabupaten Kediri.

 

Ia menyatakan siap mengemban amanah tersebut dan mendorong POBSI Kabupaten Kediri bekerja lebih solid.

“Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab bersama. Kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program pembinaan agar biliar Kabupaten Kediri bisa berkembang dan memiliki atlet yang mampu bersaing.”

 

Bagi Ucok, pembinaan atlet akan menjadi salah satu prioritas kepengurusan. POBSI Kabupaten Kediri perlu membuka ruang lebih luas bagi atlet muda untuk berkembang dan menemukan bibit-bibit baru.

 

Tantangannya tidak ringan. Organisasi harus bergerak cepat, sementara target Porprov 2027 sudah berada di depan mata.

 

Karena itu, kepengurusan baru tidak boleh berhenti pada penyusunan struktur. Setelah Muskab usai, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai.

 

KONI menunggu peningkatan prestasi. POBSI Jawa Timur menunggu konsolidasi. Sementara atlet membutuhkan kepastian arah pembinaan.

 

Tiga kepentingan itu bertemu pada satu titik: kepemimpinan Ucok Siregar.
Jika mampu diterjemahkan menjadi program konkret, terpilihnya Ucok dapat menjadi momentum kebangkitan biliar Kabupaten Kediri.

 

Namun jika hanya berhenti pada pergantian nama dalam struktur organisasi, Muskab 2026 tidak akan menghasilkan perubahan berarti. Porprov 2027 akhirnya menjadi salah satu panggung pembuktian.

 

Bukan sekadar soal berapa medali yang dibawa pulang, melainkan apakah POBSI Kabupaten Kediri mampu membangun tradisi pembinaan atlet yang berkelanjutan.

 

Muskab telah memilih ketua. Kini waktunya Ucok membuktikan bahwa pilihan itu bukan sekadar pergantian kursi, melainkan awal dari lahirnya prestasi baru biliar Kabupaten Kediri.( Eno)