PSGAD UIN Malang Teliti Produktivitas Penyandang Disabilitas, Dorong Dunia Kerja Lebih Inklusif
Malang | Serulingmedia.com – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi DIFAJEK Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (29/6/2026).
Kegiatan merupakan bagian dari penelitian yang berfokus pada penguatan inklusi penyandang disabilitas di dunia kerja.
Penelitian tersebut mengkaji sejumlah aspek penting yang memengaruhi keberdayaan penyandang disabilitas, mulai dari produktivitas, rasa percaya diri, tingkat kecemasan, hingga keuletan dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyerap pengalaman langsung dari penyandang disabilitas usia kerja.
Ketua Tim Penelitian, Dr. Rofiqah Rosidi, CHt., M.Pd., mengatakan penelitian tersebut bertujuan menghadirkan data akademik yang mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan maupun program pemberdayaan yang lebih inklusif.
“Kami ingin menggali bagaimana pengalaman, rasa percaya diri, kecemasan, dan keuletan teman-teman disabilitas dalam menjalani kehidupan dan aktivitas kerja. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung potensi setiap individu untuk berkembang,” ujar Dr. Rofiqah.
Mengusung tema “Aku, Kamu, Kita Setara”, kegiatan ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan bekerja, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Ketua PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., menegaskan bahwa isu disabilitas harus dipandang dari perspektif kesetaraan dan pemberdayaan, bukan semata-mata keterbatasan.
“PSGAD berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian dan pengabdian yang berpihak pada nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan inklusivitas. Setiap individu memiliki potensi dan hak yang sama untuk mendapatkan ruang, kesempatan, serta dukungan agar mampu berkontribusi secara optimal,” katanya.
Menurut Aprilia, membangun masyarakat yang inklusif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas disabilitas, keluarga, pemerintah, hingga sektor dunia usaha.
“Inklusi harus hadir dalam tindakan nyata. Ketika kita membuka ruang, mendengarkan pengalaman, dan memberikan kesempatan yang setara, maka kita sedang membangun lingkungan yang lebih adil, ramah, dan menghargai keberagaman,” tambahnya.
Melalui kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi DIFAJEK , PSGAD LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memperkuat sinergi dengan komunitas disabilitas dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang mendukung kemandirian serta keberdayaan penyandang disabilitas.
Tim peneliti meyakini bahwa inklusi bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan ruang yang menghargai keberagaman, membuka kesempatan yang setara, dan memastikan tidak ada satu pun individu yang tertinggal dalam pembangunan.
Penelitian ini melibatkan tim yang terdiri atas Dr. Rofiqah Rosidi, CHt., M.Pd. sebagai ketua tim, bersama Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., Whida Rositama, M.Hum., dan Nurul Hikmah, M.Pd.( Eno)






