Mahasiswa Psikologi UIN Malang Dampingi ODHIV, Tekankan Kepatuhan ARV dan Kesehatan Mental
Lumajang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar psikoedukasi bagi Orang dengan HIV (ODHIV) di Poli Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUD dr. Haryoto Lumajang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan bertema Promosi dan Psikoedukasi Kesehatan Mental tersebut menitikberatkan pada pentingnya kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV) sekaligus menjaga kesehatan mental selama proses pengobatan.
Empat mahasiswa konsentrasi Psikologi Klinis, yakni Khotimatul Hasanah, Salwa Rifda Sobiroh, Adiba Kamil, dan Siti Muti’atul Hasanah, bertindak sebagai fasilitator.
Kegiatan berlangsung dengan dukungan dokter dan perawat yang mendampingi pelayanan di Poli VCT.
Dalam psikoedukasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa terapi ARV tidak menghilangkan HIV dari tubuh, tetapi berfungsi menekan jumlah virus sehingga membantu menjaga kondisi kesehatan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencapai dan mempertahankan viral load tidak terdeteksi sesuai hasil pemeriksaan serta arahan tenaga kesehatan.
Mahasiswa menekankan bahwa kepatuhan terapi berarti mengonsumsi obat sesuai dosis dan jadwal yang telah ditentukan.
Pasien juga diingatkan tidak menghentikan pengobatan secara sepihak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menghadapi kendala, termasuk ketika lupa mengonsumsi obat.
Namun, persoalan kepatuhan ternyata tidak semata-mata berkaitan dengan pemahaman pasien terhadap pengobatan.
Sejumlah peserta mengungkapkan pernah mengalami penolakan terhadap kondisi ketika pertama kali mengetahui status HIV.
Tekanan tersebut bahkan membuat sebagian pasien sempat menghentikan pengobatan.
Pengalaman itu menjadi salah satu pembahasan penting dalam kegiatan.
Mahasiswa menjelaskan bahwa stigma, kecemasan, tekanan sosial, hingga kesulitan menerima kondisi diri dapat menjadi beban psikologis yang berpengaruh terhadap motivasi dan rutinitas pengobatan.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan dan membagikan pengalaman selama menjalani kehidupan dengan HIV.
Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan emosi ketika menceritakan pengalaman pribadi yang mereka hadapi.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan layanan Poli Psikologi RSUD dr. Haryoto Lumajang sebagai salah satu pilihan dukungan profesional bagi pasien yang membutuhkan bantuan psikologis.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadapi persoalan seperti kecemasan dan depresi. Konseling keluarga maupun pasangan juga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan suportif.
Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Psikologi UIN Malang, Dr. Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., MA, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan psikologi klinis dengan kebutuhan pasien di lapangan.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa pendampingan pasien tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga aspek psikologis dan sosial. Karena itu, mereka perlu hadir secara empatik, tidak menghakimi, dan tetap bekerja sesuai batas kompetensi profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam mendukung pasien menjalani proses pengobatan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PKL Fakultas Psikologi UIN Malang bersama RSUD dr. Haryoto Lumajang berharap pemahaman ODHIV mengenai kepatuhan terapi ARV semakin meningkat.
Pada saat yang sama, pasien juga diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan ruang yang lebih aman bagi pasien untuk memperoleh informasi, menyampaikan pengalaman, dan mengakses dukungan profesional sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, keberhasilan terapi tidak hanya dipandang dari sisi medis, tetapi juga dari kemampuan pasien memperoleh dukungan psikologis dan sosial selama menjalani pengobatan.( Eno)






