Pengusaha Katering di Kota Batu Tertipu Pemesanan Fiktif, Diskominfo Siap Tindak Lanjut

Screenshot_2025-01-13-21-05-57-643_com.mi.globalbrowser-edit

 

Batu | Serulingmedia.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Onny Ardianto, menegaskan pihaknya telah menerima klarifikasi langsung dari tiga pengusaha katering yang menjadi korban penipuan pemesanan fiktif.

“Kami telah menerima laporan terkait kasus penipuan yang mengatasnamakan staf Kominfo. Setelah kami cek, tidak ada nama staf tersebut di Kominfo,” tegas Onny, Senin (13/1/2025).

Kasus ini terungkap setelah Mardiansyah, salah satu pengusaha katering, mendatangi kantor Diskominfo untuk memastikan kebenaran pemesanan atas nama Fajar Afrian, SE.

Pelaku mengaku sebagai staf Diskominfo dan memesan 85 kotak katering lengkap dengan souvenir.

“Semalam (Minggu, 12/1/2025), saya menerima orderan. Pelaku melampirkan surat berkop Diskominfo, jadi saya langsung percaya tanpa mengecek ulang,” jelas Mardiansyah.

Pelaku juga meyakinkan melalui video call, sehingga korban tidak curiga. Namun, saat Mardiansyah mencoba mengonfirmasi langsung ke Diskominfo, pemesanan tersebut ternyata tidak pernah ada.

“Beruntung, saya belum sempat memesan souvenir. Kalau iya, kerugian saya bisa mencapai Rp24 juta. Untuk saat ini, kerugian hanya sekitar Rp4 juta karena sudah mempersiapkan 85 kotak nasi,” tambahnya.

Onny Ardianto mengungkapkan, sudah ada tiga pengusaha katering di Kota Batu yang menjadi korban penipuan dengan modus serupa, di antaranya Sisca Katering, Ardiasih, dan Mardiansyah.

“Modus seperti ini sedang marak. Kami akan melakukan sosialisasi agar masyarakat dan pelaku usaha lebih waspada. Semua transaksi resmi sudah menggunakan e-katalog melalui sistem LPSE, bukan melalui WhatsApp atau komunikasi langsung,” jelas Onny.

Ia berharap pelaku dapat segera ditemukan agar kasus serupa tidak terulang. Onny juga menghimbau masyarakat untuk selalu melakukan klarifikasi langsung ke dinas terkait sebelum memproses transaksi.

“Kami akan meningkatkan langkah preventif, termasuk sosialisasi lebih masif, agar pelaku usaha lebih berhati-hati,” pungkasnya.(Eno).