Dari Kampus ke Akar Rumput: Ainul Yaqin Serukan Mahasiswa Jadi Garda Depan Moderasi Beragama dan Penjaga Bumi

921520_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Peran mahasiswa sebagai motor penggerak moderasi beragama kembali ditegaskan Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP., Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan. Ia menilai, moderasi beragama tidak cukup dipahami sebatas teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Ainul Yaqin saat berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadirannya disambut langsung Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, bersama seluruh jajaran pimpinan kampus dalam forum pengembangan kelembagaan yang digelar di Ruang Rektor Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno lantai 1, Kamis sore (22/1/2026).

Menurut Ainul Yaqin, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) harus tampil sebagai teladan di masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penyalur nilai-nilai kerukunan antarumat beragama.

“Mahasiswa harus mulai turun langsung ke masyarakat. Ini bisa dimulai sejak semester tujuh,” tegasnya.

Lebih jauh, Ainul Yaqin mendorong agar Kuliah Kerja Nyata (KKN) dijadikan medium gerakan nyata moderasi beragama yang terintegrasi dengan ekoteologi. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar, menurutnya, adalah mewajibkan mahasiswa melakukan aksi tanam pohon selama KKN.

“Jika dijalankan secara konsisten, dampaknya akan sangat luas bagi kelestarian lingkungan. Alam tersenyum, mahasiswa pun belajar langsung tentang tanggung jawab sosial. Paket lengkap,” ujarnya.

Menariknya, gagasan ini tidak dibingkai sebagai agenda sektoral Kementerian Agama semata. Ainul Yaqin menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman dan lintas perguruan tinggi keagamaan. Mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan bergerak bersama, menumbuhkan kesadaran bahwa moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan adalah kebutuhan bersama.

“Ini bukan kepentingan Menteri Agama, tetapi kebutuhan kita semua, tanpa memandang latar belakang,” tandasnya.

Arah kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat UIN Maliki Malang sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi sarjana, tetapi juga agen perubahan—moderat dalam bersikap, peduli pada bumi, dan siap bekerja lintas sekat.( Eno)