Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Gaungkan Reforma Agraria Berkeadilan di UNWAHAS Semarang

1375577_11zon

Semarang | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmennya dalam mendorong restrukturisasi distribusi tanah sebagai upaya menciptakan pemerataan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Sabtu (02/05/2026).

 

Dalam paparannya, Nusron mengungkapkan bahwa arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar utama kebijakan tersebut.

 

Ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam reformasi agraria, yakni keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi.

“Sebelum dilantik saya dipanggil Pak Presiden untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah yang lebih mengedepankan keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi. Tiga kata itu kuncinya,” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen.

 

Menurut Nusron, ketimpangan penguasaan tanah masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Ia menyebut sebagian besar lahan masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu, sehingga masyarakat kecil belum memiliki akses yang cukup terhadap sumber ekonomi berbasis tanah.

 

Mengacu pada pemikiran Hernando de Soto tentang konsep legal access, Nusron menegaskan bahwa kepemilikan dan akses terhadap tanah merupakan fondasi penting dalam mengentaskan kemiskinan.

 

“Bagaimana seseorang bisa keluar dari kemiskinan jika tidak memiliki akses paling dasar, yaitu tanah,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kebijakan restrukturisasi tidak akan mematikan pelaku usaha besar, melainkan menciptakan keseimbangan antara pelaku usaha besar dan kecil.

 

Pemerintah, kata dia, akan tetap mendorong kelompok ekonomi lemah agar tumbuh dan berkembang.

 

“Adil saja tidak cukup, merata saja tidak cukup, kalau tidak ada keberlanjutan ekonomi. Yang kecil harus menjadi besar, dan yang belum punya akses harus diberikan kesempatan,” tambahnya.

 

Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif dan diikuti sekitar 20 dosen serta 80 mahasiswa dari berbagai fakultas. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang Noor Achmad, Rektor UNWAHAS Helmy Purwanto, Kepala Biro Humas dan Protokol Shamy Ardian, serta Plt. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Kartono Agustiyanto beserta jajaran.( Sar)