Asah Kompetensi Calon Guru, Mahasiswa UIN Malang Jalani Asistensi Mengajar di SMP Islam Bani Hasyim

MAHASISWA MENGAJAR.jpegEDIT_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Asistensi Mengajar Kuliah Kerja Mahasiswa (AM-KKM) Kelompok 41 Nuradaya resmi memulai kegiatan pengabdian di SMP Islam Bani Hasyim Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (15/1/2025).

Kegiatan pembukaan dan penyerahan mahasiswa asistensi mengajar tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kependidikan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Program AM-KKM dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa calon pendidik untuk mengasah kompetensi profesional, pedagogik, dan sosial di lingkungan sekolah.

AM-KKM Kelompok 41 Nuradaya terdiri atas sembilan mahasiswa lintas jurusan, yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan IPS, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, dan Tadris Matematika. Keberagaman latar belakang keilmuan ini diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran serta pendampingan siswa di SMP Islam Bani Hasyim.

Sejak pertama kali tiba di lingkungan sekolah, mahasiswa mendapatkan sambutan hangat dari seluruh warga sekolah. Budaya salim, sapaan ramah, serta ungkapan “ahlan wa sahlan” menjadi kesan awal yang mendalam. Antusiasme para guru juga tampak dari keterbukaan dalam mendampingi mahasiswa, termasuk menerima ajakan kolaborasi pembuatan konten pengenalan sekolah sebagai bagian dari proses adaptasi dan publikasi lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan dan sekolah, dosen pembimbing lapangan, serta para guru pamong. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Direktur Yayasan Bani Hasyim, Lala Widuri, M.Si, Kepala SMP Islam Bani Hasyim Singosari, Darul Firmansyah, S.Pd.I, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dimas Femy Sasongko, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Linata Rahma Andrini, M.Pd, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sarah Ibrahim, S.Pd.

Sementara itu, guru pamong yang akan mendampingi mahasiswa selama kegiatan asistensi mengajar antara lain Fanny,  Iday,  Warda,  Syamsul, dan Fauzan. Para guru pamong menyatakan kesiapan mendampingi mahasiswa baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun aktivitas nonakademik sekolah.

Ketua AM-KKM Kelompok 41 Nuradaya yang mewakili mahasiswa menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak sekolah serta memohon bimbingan dan arahan selama proses asistensi mengajar. Ia mengibaratkan mahasiswa sebagai “baterai” yang siap diisi melalui pengalaman, pembiasaan, dan pendampingan agar mampu memberi kemanfaatan secara optimal.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dimas Femy Sasongko, M.Pd, dalam sambutannya mengapresiasi keterbukaan pihak SMP Islam Bani Hasyim dalam menerima mahasiswa AM-KKM.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari keluarga besar SMP Islam Bani Hasyim. Ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami dunia pendidikan secara nyata, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dari sisi adab dan budaya sekolah,” ujarnya.

Ia berpesan agar mahasiswa mampu menjaga etika, menyesuaikan diri dengan kultur sekolah, serta memanfaatkan kesempatan asistensi mengajar sebagai proses pendewasaan diri.

“Silakan belajar sebanyak-banyaknya dari para guru pamong dan jadikan kegiatan ini sebagai bekal sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Yayasan Bani Hasyim, Lala Widuri, M.Si, menegaskan pentingnya praktik lapangan sebagai sarana pematangan kompetensi mahasiswa calon pendidik.

“Mahasiswa sudah dibekali teori di bangku perkuliahan. Kini saatnya mempraktikkan ilmu tersebut di lapangan. Gunakan kesempatan ini untuk menyerap pengalaman sebanyak mungkin dari lingkungan sekolah,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan energi positif serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di bawah Yayasan Bani Hasyim.

Adapun Kepala SMP Islam Bani Hasyim Singosari, Darul Firmansyah, S.Pd.I, menegaskan bahwa profesi guru merupakan panggilan jiwa yang sarat nilai pengabdian dan kebermanfaatan.

“Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Meskipun secara materi belum selalu menjanjikan, nilai kebermanfaatan dan keberkahannya sangat besar,” tegasnya.

Ia juga memperkenalkan konsep The Living Curriculum yang diterapkan di SMP Islam Bani Hasyim, yakni pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa.

“Pembelajaran harus hidup dan dekat dengan realitas siswa. Kami berharap mahasiswa AM-KKM dapat belajar sekaligus berkontribusi dalam penerapan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” pungkas Darul.

Kegiatan pembukaan dan penyerahan asistensi mengajar ini menandai dimulainya pengabdian AM-KKM Kelompok 41 Nuradaya di SMP Islam Bani Hasyim Singosari. Melalui pendampingan intensif dari guru pamong dan jajaran sekolah, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan sekaligus memperkaya pengalaman akademik dan sosial mereka.( Eno)