Menteri Agama Resmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren di UIN Malang

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar.jpeg12

Malang | Serulingmedia.com – Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menghadiri halaqah ilmiah sekaligus meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Kampus 3 UIN Maliki Batu, pada Senin malam (10/2/2025).

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA, dalam laporannya menyampaikan bahwa UIN Maliki telah berhasil mencapai visinya sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian akademik yang gemilang, baik di tingkat nasional maupun global.

“Menurut UniRank, UIN Malang menempati peringkat pertama di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia dan masuk dalam 16 besar universitas Islam terbaik di dunia. Sementara itu, menurut QS World University Rankings (WUR), UIN Malang berada di peringkat 169 Asia Tenggara dan 190 Asia,” ujar Prof. Zainuddin dengan penuh syukur.

Komitmen UIN Malang dalam Pengembangan Pendidikan

UIN Malang terus berkembang dengan mengusung konsep Green and Smart Campus yang mencerminkan komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Kampus ini memiliki tiga lokasi utama, yaitu Kampus 1 di Jalan Gajayana, Kampus 2 di Jalan Soekarno, dan Kampus 3 di Jalan Locari, Batu, yang dirancang dengan konsep Basmalah. Saat ini, bagian “Arrahim” dari desain tersebut hampir rampung dengan dukungan dana hampir Rp1 triliun dari Saudi Fund for Development (SFD) melalui pemerintah Indonesia.

Selain itu, kampus juga menerima hibah tanah seluas 12 hektare dari Bupati Malang, yang direncanakan untuk pembangunan Fakultas Agro Complex di masa depan.

Dengan jumlah mahasiswa mencapai 69.129 orang, UIN Malang semakin menarik perhatian mahasiswa internasional. Saat ini, sebanyak 460 mahasiswa asing dari 42 negara—termasuk Rusia, Amerika, Mesir, Sudan, dan Malaysia—menempuh pendidikan di kampus ini.

Salah satu keunggulan UIN Malang adalah sistem pendidikan berbasis Integrated Learning Model (ILM), yang mengintegrasikan agama dan sains dalam setiap mata kuliah. Mahasiswa baru program S-1 juga diwajibkan tinggal di Ma’had al-Jami’ah selama satu tahun guna memperkuat karakter, spiritualitas, serta pembelajaran kitab kuning dan bahasa asing.

Selain itu, kampus memiliki Markazul Lughat sebagai pusat pembelajaran bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin) serta Pusat Penghafalan Al-Qur’an (HTQ)  yang telah meluluskan lebih dari 3.000 hafiz dengan capaian 5–30 juz

Apresiasi Menteri Agama dan Konsep Eco-Theology

Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi capaian UIN Malang dan menekankan pentingnya toleransi serta kerukunan antarumat beragama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ia juga mendukung konsep Eco-Theology yang digagas kampus tersebut, sejalan dengan program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan UIN Malang dan telah mendapatkan penghargaan dari UI Green Metrics sebagai The Most Sustainable Improved University in Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah UIN Malang dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif dan berwawasan global. Semoga pusat studi yang baru diresmikan ini dapat menjadi wadah inovasi bagi pengembangan pesantren dan kawasan di Indonesia,” ujar Menteri Agama.

Peresmian Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Meneteri Agama didamping Rektor UIN, wakil Rektor , Direktur Project Management Unit (PMU) UIN Malang dan Pejabat lainnya. Kegiatan itu menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk terus maju sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan.( Eno ).