Mahasiswa UMI Kenalkan SiMerica, Aplikasi AI untuk Deteksi Penyakit Tanaman Merica Lewat Ponsel
Bulukumba | Serulingmedia.com – Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu petani mendeteksi penyakit tanaman merica secara lebih cepat dan akurat.
Melalui aplikasi SiMerica, petani kini dapat mengidentifikasi gejala penyakit hanya dengan memanfaatkan kamera telepon genggam.
Selama dua hari, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) UMI mendampingi mitra MACEH Indonesia di rumah produksi yang berlokasi di Desa Borong Loe, Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pelatihan penggunaan aplikasi sekaligus evaluasi penerapannya di lapangan.
Ketua tim PKM-PI Zaskia Nurfadillah Rachmat bersama Anisa Novria Kartika, Dea Ariyanti, dan Nayla Amalya, di bawah bimbingan Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., MTA. menyebutkan kegiatan pada hari pertama, peserta mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi SiMerica secara langsung.
Mereka mempraktikkan cara mengambil gambar daun merica, mengunggah foto ke sistem, hingga membaca hasil identifikasi penyakit beserta rekomendasi penanganannya.
“Bukan tentang menggantikan insting petani, tetapi memberi mereka mata kedua yang bekerja lebih cepat dan lebih presisi,” demikian pesan yang disampaikan tim pengembang dalam kegiatan tersebut.
SiMerica memanfaatkan teknologi AI untuk mengenali gejala awal berbagai penyakit pada tanaman merica.
Selain memberikan diagnosis, aplikasi ini juga menampilkan informasi jenis penyakit dan langkah penanganan yang dapat segera dilakukan petani, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemeriksaan manual.
Memasuki hari kedua, tim mahasiswa bersama mitra melakukan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi.
Berbagai masukan dikumpulkan, mulai dari kemudahan penggunaan fitur, kendala teknis di lapangan, hingga usulan pengembangan agar aplikasi semakin sesuai dengan kebutuhan petani.
Ketua tim PKM-PI berharap SiMerica tidak berhenti sebagai hasil penelitian di lingkungan kampus, tetapi benar-benar menjadi solusi yang dimanfaatkan petani dalam aktivitas budidaya merica sehari-hari.
Melalui penerapan teknologi digital tersebut, UMI berharap deteksi dini penyakit tanaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sehingga produktivitas serta keberlanjutan budidaya merica di Desa Borong Loe dan daerah lainnya dapat terus meningkat. ( Yah/Eno).






