800 Lulusan UIN Malang Dilepas, Rektor Ingatkan Gelar Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja
Malang | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melepas 800 lulusan dalam Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-93 Periode III Tahun 2026, Prosesi wisuda berlangsung di Kampus 1 UIN Malang, Gedung Sport Center (Gedung Soeharto), Sabtu (5/9/2026).

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Assoc. Prof. Dr. H. Basri, M.A., Ph.D., mengatakan 800 wisudawan terdiri atas 589 lulusan program sarjana, 38 lulusan program profesi, 145 lulusan magister, dan 28 lulusan doktor.
“Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-93 Periode III Tahun 2026 dilaksanakan hari ini, Sabtu, 5 September 2026, bertepatan dengan 23 Rabiul Awal 1448 Hijriah,” kata Basri.
65 Persen Sarjana Raih Cumlaude
Data akademik menunjukkan mayoritas lulusan mencatat prestasi akademik tinggi. Sebanyak 65 persen lulusan sarjana meraih predikat cumlaude dengan rata-rata IPK 3,72.
Pada jenjang profesi, rata-rata IPK mencapai 3,49. Sebanyak 87 persen lulusan meraih predikat sangat memuaskan dan 5 persen meraih cumlaude.
Lulusan magister mencatat rata-rata IPK 3,89. Sebanyak 91 persen lulusan S2 meraih predikat cumlaude. Sementara lulusan doktor mencatat rata-rata IPK 3,89 dengan 96 persen meraih predikat cumlaude.
Capaian akademik itu juga diikuti masa studi relatif cepat. UIN Malang mencatat 516 lulusan sarjana atau 88 persen menyelesaikan pendidikan dalam 7–8 semester.
Pada jenjang magister, sebanyak 99 orang atau 68 persen menyelesaikan pendidikan dalam 3–4 semester. Sementara pada jenjang doktor, 12 orang atau 43 persen menyelesaikan studi dalam 4–6 semester dan 12 orang lainnya atau 43 persen dalam 7–9 semester.
Basri mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan agar memiliki kompetensi untuk menghadapi dunia kerja.
“Kami berharap ilmu yang didapatkan anak-anak semuanya bisa bermanfaat dan siap untuk menghadapi dunia kerja.” ungkapnya.
Wisudawati Mendominasi
Dari total 800 wisudawan, 522 orang atau 65,3 persen merupakan perempuan. Sementara lulusan laki-laki berjumlah 278 orang atau 34,8 persen.
FTIK menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 169 orang. Fakultas Sains dan Teknologi menyusul dengan 125 orang, Fakultas Humaniora 94 orang, Fakultas Syariah 92 orang, Fakultas Ekonomi 59 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 58 orang, serta Fakultas Psikologi 41 orang.
Program Pascasarjana menyumbang 162 lulusan dari jenjang magister dan doktor.
Dua lulusan sarjana juga mendapat predikat wisudawan terbaik. Zahlul Laman, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra asal Aceh, meraih IPK 3,99 pada bidang ilmu sosial, humaniora, dan keagamaan.
Sementara pada bidang sains, teknik, dan kesehatan, predikat wisudawan terbaik diraih Rizki Nur Maulidida.
Ilfi: Mental Harus Sekuat Baja
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., meminta para lulusan tidak menganggap wisuda sebagai akhir perjalanan akademik.

Menurut Ilfi, lulusan akan menghadapi dunia kerja yang menuntut kemampuan beradaptasi, daya saing, karakter, serta ketahanan mental. Karena itu, ia meminta para wisudawan membawa lebih dari sekadar ijazah ketika meninggalkan kampus.
“Kami sudah berusaha bagaimana putra-putri Bapak/Ibu punya akhlakul karimah, punya karakter yang kuat, punya mental yang kuat sekuat baja, tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan dan perubahan,” ujar Ilfi.
Ilfi mengatakan UIN Malang membangun karakter mahasiswa melalui proses pendidikan akademik dan pembinaan kehidupan kampus. Mahasiswa program sarjana juga menjalani pendidikan di Ma’had selama satu tahun.
Kampus juga memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama satu tahun sebagai bagian dari bekal mahasiswa.
Ilfi kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua apabila selama empat tahun pendidikan masih terdapat kekurangan.
“Tidak terasa sudah empat tahun Bapak/Ibu menitipkan, menyerahkan putra-putrinya pada pimpinan di sini untuk dididik, untuk dibina, karakternya dibangun, akhlaknya. Kini sudah waktunya untuk saya serahkan kembali kepada Bapak/Ibu,” katanya.
Doa Orang Tua Jadi Bekal
Ilfi juga mengingatkan para wisudawan tentang peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka. Menurut dia, keberhasilan mahasiswa tidak hanya lahir dari fasilitas pendidikan.
Ia mengatakan doa orang tua menjadi salah satu bekal penting yang menyertai perjalanan anak hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Yang diberikan oleh ayah, ibu, bapak, abah kalian semuanya lebih dari fasilitas yang mewah, yaitu doa yang dipanjatkan setiap waktu,” tutur Ilfi.
Karena itu, Ilfi meminta lulusan menjaga nama baik orang tua setelah meninggalkan kampus.
Ia juga meminta para lulusan tidak minder ketika berhadapan dengan lulusan perguruan tinggi lain. Menurutnya, alumni UIN Malang harus mampu berkompetisi dengan lulusan dari berbagai daerah dan institusi.
“Kita semua bisa bersaing. Entah dari PTN, dari UIN-UIN yang lain, atau dari umum, insya Allah kita mampu bersaing,” tegasnya.
Wisuda tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Setelah menerima ijazah, para lulusan harus membuktikan kompetensi mereka di ruang kerja dan kehidupan masyarakat.
Ilfi menutup pesannya dengan meminta para wisudawan menjaga diri, nama baik keluarga, masa depan, keimanan, dan semangat.
“Cintailah dirimu. Jagalah nama besarmu, nama orang tua, dan masa depanmu agar benar-benar dapat dunia akhirat. Maka jagalah keimanan dan mental semangatmu.”pungkasnya. ( Eno).
