847 Pendaftar dari 45 Negara, Hanya 20 Diterima UIN Malang: Warek I Buka Orientasi Mahasiswa Internasional

1977919_11zon

Malang | Serulingmedia.com — Minat mahasiswa dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terus menunjukkan daya tarik.

 

Tahun 2026, sebanyak 847 calon mahasiswa dari 45 negara mendaftar, namun hanya 20 mahasiswa yang dinyatakan diterima.

 

Puluhan mahasiswa yang lolos seleksi tersebut kemudian mengikuti Orientasi Akademik Mahasiswa Internasional Tahun 2026 yang dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Assoc. Prof. Drs. Basri, MA., Ph.D., Jumat (4/9/2026).

 

Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Kampus 2 Pascasarjana UIN Malang. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Triyo Supriyatno, M.Ag., Kepala Biro AAKK Cand. Dr. Ita Hisayatus Sholihah, S.Ag., MM., serta Kepala International Office (IO) UIN Malang Faridatun Nikmah, M.Pd.

Dalam sambutannya, Basri menegaskan bahwa orientasi akademik menjadi tahapan penting untuk membantu mahasiswa internasional memahami sistem pendidikan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik UIN Malang.

 

“Orientasi ini merupakan langkah awal agar mahasiswa internasional memahami sistem akademik dan lingkungan UIN Malang. Kami berharap mereka tidak hanya mampu mengikuti perkuliahan, tetapi juga dapat beradaptasi dan menjadi bagian dari keluarga besar UIN Malang.” ungkapnya.

 

Basri juga menekankan bahwa keberadaan mahasiswa internasional harus diikuti dengan pelayanan akademik yang baik. Menurutnya, pendampingan tidak dapat hanya dibebankan kepada International Office, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unit terkait.

 

“Pelayanan mahasiswa internasional membutuhkan sinergi. International Office, program studi, BIPA, dan unit terkait harus berjalan bersama agar kebutuhan mahasiswa dapat dilayani secara optimal.”lanjutnya.

 

Sementara itu, Kepala International Office UIN Malang, Faridatun Nikmah, M.Pd., mengungkapkan tingginya animo calon mahasiswa internasional pada tahun ini.

 

Dari 847 pendaftar yang berasal dari 45 negara, setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 mahasiswa dinyatakan diterima dan kini mengikuti proses pendidikan di UIN Malang.

 

“Pada tahun 2026, pendaftar mahasiswa internasional mencapai 847 orang yang berasal dari 45 negara. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 mahasiswa diterima untuk mengikuti pendidikan di UIN Malang,” jelas Faridatun.

 

Angka tersebut menunjukkan bahwa UIN Malang semakin dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang menarik minat calon mahasiswa dari berbagai negara.

 

Keberagaman mahasiswa internasional juga menjadi modal akademik bagi UIN Malang dalam membangun atmosfer kampus yang lebih terbuka dan multikultural. Kehadiran mereka memungkinkan terjadinya pertukaran wawasan, pengalaman, dan perspektif lintas budaya.

 

Untuk memastikan mahasiswa internasional dapat menjalani studi dengan baik, International Office menggandeng Ketua Program Studi sesuai bidang studi mahasiswa yang diterima. Ketua BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) juga dilibatkan dalam proses pendampingan.

 

Sinergi tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, mulai dari pemahaman sistem akademik, kemampuan berbahasa Indonesia, hingga proses adaptasi dengan lingkungan pendidikan dan budaya Indonesia.

 

Orientasi akademik menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi antara mahasiswa internasional dengan unit-unit akademik di UIN Malang. Dengan pendampingan yang terintegrasi, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

 

Dari 847 pendaftar menjadi 20 mahasiswa yang diterima, UIN Malang tidak hanya menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa internasional, tetapi juga memperlihatkan proses seleksi untuk mendapatkan mahasiswa yang dinilai memenuhi persyaratan akademik dan ketentuan penerimaan.

 

Melalui Orientasi Akademik Mahasiswa Internasional 2026, UIN Malang kembali mempertegas arah internasionalisasi kampus sekaligus membangun lingkungan akademik yang inklusif, multikultural, dan berdaya saing global.( Eno).