Lurah Temas Bertekad Wujudkan Zero Waste dengan Adopsi Teknologi Desa Taji
Batu | Serulingmedia.com- Lurah Temas, Adi Santoso, menyatakan komitmennya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah di TPS3R Temas menuju konsep Zero Waste. Hal ini disampaikan Adi setelah melakukan studi banding ke Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, yang dikenal sukses mengolah sampah hingga tuntas menggunakan teknologi pembakaran berbasis oksidasi.

“Sampah adalah permasalahan serius di masyarakat kita. Kami memilih Desa Taji karena keberhasilannya dalam pengolahan sampah hingga zero waste. Teknologi pembakarannya bahkan menarik perhatian BRIN untuk melakukan riset. Kami ingin mengadopsi dan memodifikasinya agar sesuai dengan kebutuhan Temas,” ungkap Adi, Sabtu (25/1/2025).
Kepala Desa Taji, Sigid Supriyadi, telah merancang alat pembakaran sampah berbasis oksidasi yang diklaim tidak meninggalkan residu. Mesin ini tidak memerlukan listrik, blower, maupun bahan bakar untuk operasinya, sehingga menjadi solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dalam sehari semalam, mesin tersebut mampu membakar hingga 10 truk sampah dengan hanya menghasilkan residu berupa dua arko abu.
Pada tahap awal pengoperasiannya, mesin ini hanya membutuhkan pembakaran menggunakan kayu selama 15 menit, sebelum sampah dimasukkan dan diproses hingga selesai. Teknologi ini telah digunakan untuk mengolah sampah dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, yang merupakan salah satu pesantren terbesar di Asia Tenggara, serta sampah dari masyarakat sekitar.
“Temas sendiri menghasilkan 4-5 ton sampah per hari, jauh lebih sedikit dibandingkan Desa Taji yang mencapai 20 ton. Namun, sampah kami masih menghasilkan residu, sehingga perlu penyempurnaan dengan teknologi oksidasi seperti yang dimiliki Desa Taji,” jelas Adi.
Teknologi oksidasi ini tidak hanya menarik perhatian pemerintah daerah, tetapi juga banyak dipesan oleh kabupaten dan kota lain di Jawa hingga Kalimantan. Bahkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah beberapa kali melakukan kunjungan untuk mempelajari alat tersebut.

Adi menegaskan bahwa Kelurahan Temas akan menyempurnakan insinerator blower yang saat ini mereka miliki dengan mengombinasikannya dengan teknologi oksidasi milik Desa Taji.
“Semoga langkah ini mampu menciptakan Temas yang bebas dari sampah dan mencapai target Zero Waste,” pungkasnya.( Eno).






