Komitmen Desa Tlekung Dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Batu | Serulingmedia.com – Masalah sampah rumah tangga merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo kota Batu.
Dengan populasi yang terus bertambah dan aktivitas masyarakat yang kian dinamis, produksi sampah pun semakin meningkat.
Kondisi ini mendorong Desa Tlekung untuk mengambil langkah strategis guna mengatasi persoalan lingkungan tersebut, salah satunya melalui pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tlekung Bersatu.

Kehadiran TPS3R Tlekung Bersatu merupakan bukti nyata komitmen desa ini dalam mengelola limbah rumah tangga secara efisien dan ramah lingkungan.
Dengan fasilitas modern seperti incinerator dan sistem pemilahan sampah yang terorganisir, Desa Tlekung berupaya mengatasi permasalahan sampah yang selama ini menjadi kendala utama.
Pembangunan dua hanggar dengan luas total 1.008 meter persegi di atas lahan 2.000 meter persegi ini dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Kepala Desa Tlekung, Mardi, menjelaskan bahwa sebelumnya sampah dari desa ini diangkut menggunakan dua pick-up setiap hari ke TPS3R lama untuk dilakukan pemilahan. Namun, dengan meningkatnya volume sampah, diperlukan fasilitas yang lebih modern.
Oleh karena itu, dibangunlah TPS3R Tlekung Bersatu yang mencakup dua hanggar dengan luas bangunan 1.008 meter persegi di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.
“Hanggar kedua sudah selesai dan siap digunakan untuk proses pemilahan sampah baru serta pembakaran menggunakan incinerator modern. Pembangunan dua hanggar ini menelan anggaran sekitar Rp.800 juta. Dana yang terserap baru Rp.500 juta, Tahun depan, kami akan melanjutkan pembangunan hanggar utama untuk menampung hasil pilahan sampah dan pengolahan kompos,” ungkap Mardi, didampingi Kaur Kesra Desa Tlekung, Brian Hawindo, Jum’at ( 20/12/2024 ).
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, Desa Tlekung juga menunjukkan perhatian pada aspek infrastruktur pendukung.

Perbaikan akses jalan menuju TPS3R dengan konstruksi beton sepanjang 150 meter merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan kelancaran operasional fasilitas ini.
” kami juga membangun jalan masuk ke TPS3R semula makadam kami tingkatkan dengan Cor Beton, sehingga transportasi angkut sampah lancar ” lanjutnya.
Dengan dukungan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD), infrastruktur ini memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi kendaraan pengangkut sampah, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat sekitar.
Langkah strategis ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dengan adanya pengolahan sampah yang optimal, desa ini mampu mengurangi risiko pencemaran lingkungan, seperti bau tak sedap, tumpukan sampah, dan pencemaran air tanah.
Selain itu, hasil dari pengelolaan seperti kompos dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian lokal, menciptakan siklus keberlanjutan yang menguntungkan.
” Hanggar utama akan kami bangun tahun depan yang berfungsi sebagai tempat sampah pilahan dan kompos yang siap di jual ” tambahnya.
Kehadiran TPS3R Tlekung Bersatu menjadi contoh nyata bagaimana sebuah desa dapat mengelola masalah lingkungan dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Tlekung memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal maupun nasional.
Upaya ini tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Desa Tlekung telah membuktikan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau kota besar, tetapi dapat dimulai dari tingkat desa.
Inisiatif seperti TPS3R Tlekung Bersatu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengambil langkah serupa, membangun masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. ( Eno ).






