KPU Batu Akan Gelar Debat Pilkada 2024 Kota Batu: Menguji Gagasan dan Program Pembangunan  

Ahmad Kholil Al Mannsyur Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat

Batu I Serulingmedia.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batu 2024 semakin mendekat, dan salah satu momen yang paling dinantikan oleh masyarakat adalah debat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu telah merencanakan akan menggelar debat ini sebanyak tiga kali. Momen ini bukan hanya sekadar ajang formalitas, tetapi menjadi panggung penting bagi para calon untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menyusun dan menguasai program pembangunan yang akan diterapkan di Kota Batu selama periode 2024-2029.

Ahmad Kholil Al Mansyur, anggota KPU Batu Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, menegaskan pentingnya debat ini sebagai bagian dari pendidikan politik masyarakat. Ia menjelaskan debat akan berlangsung pada 20 Oktober 2024, 6 November 2024, dan 21 November 2024. Pemilihan waktu ini menunjukkan bahwa KPU memberi ruang yang cukup bagi masyarakat untuk mencerna visi dan misi dari masing-masing calon secara bertahap.

Namun, Kholil mengingatkan meskipun jadwal dan konsep debat sudah disusun, masih ada kemungkinan perubahan. Pembahasan lebih detail terkait debat ini masih akan dilanjutkan di tingkat Provinsi, terutama mengenai tempat pelaksanaan dan jumlah pendukung yang diperbolehkan hadir. KPU sementara mempertimbangkan Golden Tulip sebagai lokasi, mengingat kapasitasnya yang mampu menampung banyak massa.

“ Kita sudah agendakan debat pasangan calon Walikota dan wakilota Batu sebanyak 3 kali yakni 20 Oktober, 6 November dan 21 November, tentang tempat masih dalam proses pencarian, untuk sementara ada di Golden Tulip yang mampu menampung massa yang besar,karena masing-masing Paslon kami beri kesempatan membawa pendukung, tentang jumlah kita akan koordinasikan lebih lanjut “ ungkap Kholil.

Debat ini akan memberikan kesempatan bagi pasangan calon untuk menyampaikan program-program unggulan mereka, terutama dalam konteks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu 2025-2029. Hal ini menjadi penting karena RPJMD merupakan acuan utama dalam menentukan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, masyarakat Kota Batu menunggu dengan antusias untuk melihat bagaimana pasangan calon akan mengaitkan program mereka dengan kebutuhan nyata kota dan visi jangka panjang yang realistis.

Menariknya, KPU merencanakan debat ini dengan format yang dinamis, dimana tidak semua debat akan menampilkan pasangan calon secara lengkap. Pada debat pertama, kedua pasangan calon akan tampil bersama. Namun, pada debat kedua, kemungkinan hanya Wakil Walikota yang akan tampil. Sementara itu, pada debat ketiga, bisa jadi hanya Walikota yang hadir, atau format ini bisa berubah sesuai dengan perkembangan pembahasan lebih lanjut di tingkat Provinsi. Format ini, yang mengacu pada pola debat pemilihan presiden dan wakil presiden, memberikan variasi dan kesempatan bagi calon untuk lebih mendalami peran spesifik mereka.

“Jadi, pada debat pertama, kedua pasangan calon akan tampil bersama. Pada debat kedua, kemungkinan hanya Wakil Walikota yang akan tampil, sementara pada debat ketiga bisa jadi hanya Walikota atau ada perubahan konsep,” lanjutnya.

Lebih dari itu, kehadiran panelis yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, dan budayawan akan menambah kualitas debat. Lima panelis ini diharapkan mampu mengarahkan debat ke dalam diskusi yang substantif, dengan fokus pada solusi nyata untuk permasalahan dan tantangan yang dihadapi Kota Batu. Ini tidak hanya memberikan ruang bagi adu gagasan yang sehat, tetapi juga memberikan masyarakat informasi yang mendalam mengenai kapasitas intelektual dan moral dari masing-masing calon pemimpin.

Antusiasme masyarakat terhadap debat ini bukan tanpa alasan. Kota Batu, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur, memiliki berbagai tantangan unik, mulai dari pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kualitas infrastruktur, hingga masalah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, visi dan misi yang disampaikan oleh calon Walikota dan Wakil Walikota akan menjadi indikator penting mengenai bagaimana mereka akan mengatasi berbagai tantangan ini, serta membawa perubahan yang signifikan bagi masa depan Kota Batu.

Dalam konteks ini, debat tidak hanya sekadar retorika politik, tetapi juga ujian nyata bagi para calon untuk menunjukkan apakah mereka memiliki pemahaman mendalam tentang permasalahan kota dan kemampuan untuk menawarkan solusi yang konkrit. Masyarakat Kota Batu, dengan harapan akan perubahan dan kemajuan, tentu menunggu dengan penuh harap untuk melihat bagaimana para calon pemimpin ini akan membawa visi mereka ke tingkat yang lebih tinggi melalui debat ini.

Debat ini bukan hanya kesempatan bagi para calon untuk bersinar, tetapi juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk menilai calon pemimpin yang tepat bagi Kota Batu. Pilkada 2024 bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Batu.( Eno )