Pilkada Batu 2024: Krisdayanti Menjadi Magnet bagi Para Calon Wakil Walikota

andrek Prana

Batu I Serulingmedia.com – Pilkada Batu 2024 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan yang menarik, terutama dalam perebutan posisi wakil walikota. Salah satu faktor penting yang akan menentukan siapa yang akan dipilih sebagai wakil walikota adalah mereka yang mempunyai elektabilitas dan kesiapan dana.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, Krisdayanti memiliki tingkat kredibilitas yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini tidak mengherankan mengingat selain sebagai publik figur yang terkenal, belakangan ini kegiatan sehari-hari Krisdayanti sering diekspos media, baik cetak, media sosial, maupun televisi.

Menurut Andrek Prana, mantan anggota DPRD Batu, calon wakil walikota banyak berebut mendekati Krisdayanti dan mereka yang berpeluang digandeng oleh Krisdayanti adalah mereka yang memiliki elektabilitas tinggi serta kesiapan dana yang cukup.

“ Krisdayanti  merupakan calon unggulan akan menarik banyak calon wakil untuk mendekatinya. Bahkan sudah ada beberapa calon wakil telah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan KD. Wajar saja, soalnya KD merupakan calon yang diunggulkan jadi walikota Batu ke depan,” tegas Andrek, mantan politikus yang berdomisili di Kauman, Batu.

Dijelaskan, elektabilitas merupakan faktor krusial dalam politik, yang mengukur seberapa besar dukungan dan popularitas seorang kandidat di mata pemilih. Calon wakil walikota yang memiliki elektabilitas tinggi umumnya sudah dikenal oleh masyarakat, memiliki rekam jejak yang baik, dan sering muncul dalam media massa. Dalam konteks Pilkada Batu, calon wakil yang memiliki elektabilitas tinggi akan lebih mudah menarik perhatian Krisdayanti dan timnya, karena mereka diyakini mampu membawa tambahan suara yang signifikan.

Krisdayanti, sebagai figur publik yang terkenal dan memiliki popularitas tinggi, tentunya membutuhkan pasangan yang bisa mengimbangi dan mendukungnya dalam kampanye. Calon wakil yang memiliki elektabilitas tinggi diharapkan bisa menambah daya tarik pasangan calon, memperluas basis dukungan, dan menguatkan posisi dalam kontestasi politik.

Selain elektabilitas, kesiapan dana juga menjadi faktor penentu dalam pemilihan calon wakil walikota. Kampanye politik membutuhkan biaya yang besar, mulai dari biaya operasional, logistik, hingga iklan dan promosi. Calon wakil yang memiliki kesiapan dana yang cukup dianggap lebih mampu untuk mendukung kegiatan kampanye secara maksimal.

Andrek Prana menekankan pentingnya dana dalam perjuangan politik. “Seorang calon wakil juga mesti berjuang, dan itu juga butuh dana,” jelasnya. Kesiapan dana yang cukup tidak hanya memastikan kelancaran kampanye, tetapi juga menunjukkan komitmen dan keseriusan calon dalam kontestasi politik.

Andrek menambahkan bahwa baik calon walikota maupun calon wakil walikota tentunya akan melakukan kalkulasi yang matang, mengingat kebutuhan dana yang tidak sedikit dalam proses pencalonan. “Mereka berpikir sederhana: untuk apa buang-buang duit kalau tidak jadi. Mendingan jadi wakil tapi jadi,” tandasnya.

Andrek memprediksi, saat ini ada kecenderungan para calon wakil walikota berlomba-lomba mendekati calon walikota terkuat. Di sisi lain, kandidat walikota lainnya juga berpikir rasional dan realistis. Daripada menjadi walikota tapi gagal, lebih baik menjadi wakil walikota namun berhasil. Kini, santer terdengar kabar bahwa ada calon wakil walikota dari luar kota Batu yang secara intensif melakukan lobi dengan salah satu calon kuat walikota Batu.

Ketika ditanya mengenai berapa pasangan calon yang akan berlaga dalam Pilkada di Batu 2024, Andrek, yang juga ketua Pokja Batu, menyebut bisa dua atau tiga pasangan calon. “Atau ada juga satu pasang lawan bumbung kosong,” gurau Andrek sambil tertawa.

Dengan situasi yang semakin dinamis, Pilkada Batu 2024 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan yang menarik, tidak hanya bagi calon walikota tetapi juga bagi calon wakil walikota yang berambisi untuk mendampingi kandidat unggulan. Para calon akan menghadapi tantangan besar dalam upaya mereka untuk memenangkan hati pemilih dan memastikan diri mereka sebagai pasangan yang kuat dalam pemerintahan kota Batu yang akan datang.( Eno ).