Transformasi Pelayanan Pertanahan di Bawah Kepemimpinan Naseb Vandi Sulityo, S.STP
Batu I Serulingmedia.com – Naseb Vandi Sulityo, S.STP, secara resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Batu pada Oktober 2024. Penunjukan Naseb dalam posisi strategis ini menjadi salah satu langkah penting dalam reformasi dan pengelolaan agraria di Kota Batu.
Sebagai pengganti Haris, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPN Bengkulu, Naseb menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan berbagai kebijakan nasional dalam bidang pertanahan, termasuk dalam hal pemberantasan mafia tanah dan percepatan sertifikasi tanah.
Naseb yang sebelumnya bertugas selama 10 tahun di Riau, merasa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan Kota Batu. Kota ini, dengan udara dingin dan sejuk, mengingatkannya pada kampung halaman di kaki Gunung Cikurai, Garut. Kesan ini memberikan sentuhan personal yang memperkuat dedikasi Naseb dalam menjalankan tugasnya.
“Udaranya dingin dan sejuk, seperti berada di kaki Gunung Cikurai di Payambung, Garut,” ucapnya dalam perkenalan dengan media. Jum’at ( 4/10/2024 ).
Kepemimpinan Naseb membawa misi yang jelas, yaitu menjadi perpanjangan tangan kebijakan pusat. Hal ini tercermin dalam komitmennya terhadap pemberantasan mafia tanah, isu yang sudah lama menggerogoti kredibilitas sistem pertanahan di Indonesia.
Naseb menegaskan bahwa ia akan bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti kepolisian dan kejaksaan, untuk menciptakan sinergi dalam memberantas praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat luas.
“Kami adalah perpanjangan tangan dari Pusat. Program pemberantasan mafia tanah akan kami sinergikan dengan APH. Koordinasi ini akan kami lakukan dengan baik,” tegas Naseb.
Selain memberantas mafia tanah, Naseb juga membawa visi besar dalam program “Menuju Kota Lengkap”. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk mempercepat proses sertifikasi tanah di seluruh wilayah Indonesia, dan Kota Batu diharapkan menjadi salah satu kota yang berhasil mencapai target ini. Pada 8 Oktober 2024, program ini akan dideklarasikan di Jawa Timur, dengan target menyelesaikan peta bidang di seluruh kawasan Kota Batu hingga Desember 2024. Meskipun diakui masih banyak tantangan, terutama dalam proses perbaikan data, Naseb optimis Kota Batu mampu mencapainya.
Namun, satu hal yang menjadi sorotan dalam era kepemimpinan Naseb adalah transisi dari sistem analog ke digital dalam pengelolaan data pertanahan. Proses ini memerlukan ketelitian dan waktu yang cukup panjang, karena data yang dimigrasikan harus bebas dari kesalahan. Naseb menyadari bahwa proses digitalisasi ini, meskipun lambat, akan membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan tanah di masa depan.
“Kami sedang menuju sertifikat elektronik, tetapi semua masih dalam proses migrasi dan memerlukan waktu,” jelasnya.
Transformasi ke sertifikat elektronik merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan BPN. Proses ini akan memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi pertanahan secara lebih cepat, efisien, dan transparan. Dengan digitalisasi, diharapkan masalah seperti sertifikat ganda, mafia tanah, hingga sengketa tanah dapat diminimalisir.
Kepemimpinan Naseb Vandi Sulityo di BPN Kota Batu menjadi representasi dari komitmen reformasi birokrasi dan perbaikan layanan publik yang lebih modern. Tantangan dalam digitalisasi, pemberantasan mafia tanah, serta percepatan sertifikasi tanah, menjadi tanggung jawab besar yang diemban. Dengan semangat baru dan sinergi yang kuat dengan APH serta dukungan masyarakat, Kota Batu berpeluang menjadi contoh sukses dalam reformasi pertanahan di Indonesia.( Eno ).






