Kota Batu Raih Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nindya untuk Ketiga Kalinya

Screenshot_2025-08-10-05-57-15-875_com.android.chrome-edit

Jakarta | Serulingmedia.com – Kota Batu kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 Tingkat Nindya untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, dan diterima Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Berdasarkan data evaluasi KLA Kementerian PPPA RI, Kota Batu mencatat peningkatan signifikan dalam perolehan penghargaan: 2016–2017 meraih Tingkat Pratama, 2018, 2019, dan 2021 meraih Tingkat Madya, serta 2022, 2023, dan 2025 mempertahankan Tingkat Nindya.

Secara keseluruhan, Kota Batu telah mengoleksi delapan penghargaan KLA berturut-turut (tidak termasuk 2020 karena evaluasi ditiadakan akibat pandemi Covid-19).

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari OPD terkait, lembaga masyarakat, hingga partisipasi aktif anak-anak dalam perencanaan pembangunan.

“Penghargaan ini adalah buah kolaborasi semua elemen masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak. Kami terus berinovasi agar Kota Batu menjadi tempat terbaik bagi anak untuk tumbuh cerdas, sehat, dan ceria di ruang publik, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Heli menambahkan, meski prestasi ini membanggakan, masih ada tantangan untuk meningkatkan peringkat ke level lebih tinggi.

“Ke depan, kami membutuhkan masukan dari semua pihak untuk menciptakan nilai plus agar Kota Batu bisa naik kelas dari Nindya,” jelasnya.

Menteri PPPA RI Arifah Fauzi turut mengapresiasi komitmen kepala daerah penerima penghargaan KLA.

“Keberhasilan pembangunan KLA sangat ditentukan oleh keberpihakan, kepemimpinan, dan komitmen nyata kepala daerah. Penting menjadikan isu perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai prioritas utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menekankan pentingnya membangun kota yang ramah anak, ‘love-able’ (menyenangkan), dan ‘life-able’ (layak huni), di tengah tantangan digitalisasi dan perkembangan artificial intelligence (AI).

“Gadget bukan dunia nyata. Anak perlu pengalaman dan eksplorasi langsung di dunia nyata. Mari kita bangun kota yang sehat dan layak anak,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Heli Suyanto turut didampingi Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan MD Furqon.( Eno).