Konferensi Internasional Dialog Antaragama untuk Rekonsiliasi dan Ketahanan Digelar di Songkhla, Thailand

Screenshot_20241020-075130_WhatsApp

 

Songkhla, Thailand | Serulingmedia.Com – Institute of Science Innovation and Culture, Rajamanggala University of Technology Krungthep bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar International Conference on Interreligious Dialogue for Reconciliation and Resilience: Southeast Asia Focus di Lee Garden Resort Hatyai, Songkhla, Thailand, Sabtu ( 19/10/2024 ).

Humas UIN Malang dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, Konferensi ini menarik perhatian praktisi, akademisi, serta pemimpin agama dari berbagai negara seperti Slovenia, India, Sri Lanka, Myanmar, Indonesia, dan Libya. Acara ini bertujuan untuk membahas pentingnya dialog antaragama dalam menciptakan harmoni dan ketahanan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai co-organizer, UIN Malang menghadirkan sejumlah pakar untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, di antaranya Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, Dr. Isroqunnajah, M.Ag, Prof. Dr. Sri Harini, M.Si, Prof. Dr. Langgeng Budianto, M.Pd, Prof. Dr. Achmad Khudori Sholeh, M.Ag, Prof. Dr. Sudirman Hasan, MA, Dr. Hj. Sulalah, M.Ag, Dr. M. Yunus, M.Si, Drs. Basri, PhD, dan Jamilah, PhD.

Dalam pidato pembukaan, Dr. Kamol Rodklai, Ketua Komite Pendidikan, Sains, Riset, dan Inovasi dari Senat Thailand, menekankan pentingnya dialog antaragama sebagai jembatan menuju harmoni.

“Dengan membangun pemahaman bersama, menghargai perbedaan, dan mengurangi stereotip, kita dapat mengatasi konflik serta mendorong kolaborasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan keberagaman,” ungkap Dr. Kamol.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan memiliki peran penting sebagai alat untuk menciptakan inklusivitas, toleransi, dan empati. Melalui dialog terbuka, masyarakat dapat menciptakan kolaborasi yang membawa dampak positif bagi pembangunan sosial.

Presiden Rajamanggala University of Technology Krungthep, Assoc. Prof. Dr. Pichai Janmanee, menyambut para peserta yang datang dari 15 negara dengan hangat.

Ia mengucapkan terima kasih kepada UIN Malang atas sinergi kuat yang telah terjalin melalui program dialog antaragama.

“Melalui inisiatif ini, kita tidak hanya membahas perbedaan keyakinan, tetapi juga memperkuat pemahaman serta penghargaan terhadap perspektif yang beragam,” ujar Dr. Pichai.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Zainuddin, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya moderasi beragama.

“Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan suasana damai dan harmonis, bukan hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang saling menghormati dan memahami nilai-nilai dalam setiap keyakinan,” kata Prof. Zainuddin.

Ia juga berharap konferensi berikutnya dapat diadakan di UIN Malang.

Mr. Rungroj Laesup, Gubernur Provinsi Songkhla, turut menyambut para peserta dan berharap konferensi ini menjadi wadah produktif untuk berbagi ide, pengalaman, dan strategi dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis di tengah keberagaman.

Assoc. Prof. Charn Tanadngarn, Ketua Dewan Universitas Rajamanggala, menambahkan bahwa konferensi ini merupakan pencapaian penting dalam membangun pemahaman bersama yang berdampak langsung pada masyarakat.

Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada para keynote speaker, menandai penutupan sesi yang penuh inspirasi dan dialog antarbudaya.( Eno ).