Pascasarjana UMI Gelar Konferensi Internasional, Bahas SDGs dan Perkuat Jejaring ASEAN
Makassar | Serulingmedia.com- Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia bakal menggelar konferensi bertaraf internasional bertajuk International Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context yang menjadi bagian dari rangkaian Milad UMI ke-72.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI Makassar pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang. Konferensi ini diproyeksikan menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan pakar dari berbagai negara untuk membahas isu pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks ASEAN dan global.
Asisten Direktur I Pascasarjana UMI sekaligus Ketua Panitia, Andi Tamsil mengatakan seluruh unit di UMI diberikan ruang menghadirkan kegiatan yang mampu menyemarakkan Milad UMI sekaligus memberi dampak luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
“Kegiatan ini dalam rangka Milad UMI ke-72. Setiap unit diberi kesempatan menghadirkan kegiatan yang mendukung semangat milad dan kami memilih menghadirkan konferensi internasional,” ujarnya kepada media di Makassar, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, konferensi internasional tersebut juga akan dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus pakar hukum se-ASEAN atau ASEAN Loretory Group yang sebelumnya dibentuk di Malaysia dan kini dikukuhkan di UMI.
Konferensi itu rencananya dibuka langsung oleh Arif Satria. Kehadiran Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut dinilai menjadi penguat posisi UMI sebagai kampus yang aktif membangun jejaring akademik internasional.
Prof Andi Tamsil mengungkapkan, hingga saat ini jumlah paper yang masuk ke panitia telah mendekati 100 naskah ilmiah dari berbagai bidang ilmu dan negara.
Seluruh paper tersebut nantinya akan dipresentasikan dalam forum ilmiah internasional itu.
“Pembicara yang hadir berasal dari beberapa negara dan banyak di antaranya telah menyatakan kesediaannya menjadi dosen tamu di UMI,” katanya.
Sementara itu, Asisten Direktur IV Pascasarjana UMI, Zainuddin menuturkan konferensi tersebut bukan sekadar forum akademik internasional, tetapi juga menjadi bagian dari agenda strategis internasionalisasi kampus.
Ia menjelaskan, salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan ASEAN Loretory Group yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia hingga Vietnam. UMI disebut menjadi salah satu inisiator organisasi tersebut.
“Keputusan pada 22 April lalu menetapkan UMI sebagai tuan rumah pengukuhan anggota ASEAN Loretory Group dari seluruh negara ASEAN,” ujarnya.
Menurut Prof Zainuddin, kepercayaan menjadi tuan rumah pengukuhan organisasi tingkat ASEAN tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMI sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat regional dan global.
“Harapannya, UMI tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga semakin kuat kehadirannya di kawasan ASEAN,” jelasnya.
Sekretaris Panitia, Muammar Fawwaz menambahkan konferensi ini bersifat holistik karena menghadirkan berbagai disiplin ilmu dalam pembahasan isu SDGs.
“Tercatat ada delapan negara yang terlibat dan lima negara di antaranya hadir secara langsung di Makassar. Para pembicara berasal dari berbagai negara seperti Belanda, Jepang, Korea Selatan hingga Spanyol,” ungkapnya.
Salah satu topik yang akan menjadi perhatian dalam konferensi tersebut adalah pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan.
Menurut Muammar Fawwaz, salah satu pembicara internasional dari Jepang, Kazuma Ogawa, akan membahas pengembangan obat berbasis nuklir.
“Pembahasan nantinya tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi, hukum, sosial hingga agama,” katanya.
Selain menghadirkan akademisi internasional, konferensi tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa Pascasarjana UMI untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di tingkat global.
Publikasi hasil penelitian itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UMI di dunia akademik internasional.
Menariknya, panitia memberikan fasilitas pendaftaran gratis bagi mahasiswa UMI agar semakin banyak mahasiswa terlibat aktif dalam forum akademik global tersebut.
Panitia pun optimistis pelayanan dan fasilitas konferensi yang disiapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta internasional yang hadir di Makassar.( Yah/Eno).






