Harapan Kepala BPN Batu, Solusi Alih Fungsi Lahan: Tantangan Utama Debat Calon Walikota Batu

Screenshot_20241019-144206_PhotoRoom

 

Batu | Serulingmedia.com – Debat pertama bagi para calon Walikota dan Wakil Walikota Batu yang digelar KPU Batu akan menjadi momen penting yang tidak hanya mempertemukan para kandidat dalam adu gagasan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membahas isu-isu mendesak yang dihadapi Kota Batu.

Salah satu topik yang akan menjadi sorotan dalam debat ini adalah masalah agraria dan alih fungsi lahan, isu yang telah menjadi perhatian masyarakat serta pemangku kebijakan di kota wisata ini.

Nasep Vandi Sulistyo S.STP, yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu, menyatakan dukungannya terhadap pentingnya pembahasan isu agraria dalam debat yang akan berlangsung di Golden Tulip Batu pada Senin ( 21 /10/2024) mendatang.

Nasep berharap ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Batu dapat memberikan terobosan nyata terkait isu alih fungsi lahan yang selama ini menjadi tantangan besar di Batu.

” kami sangat berharap ketiga pasangan calon Walikota dan wakil walikota Batu kedepan mempunyai konsep percepatan dalam menangani isu alih fungsi lahan dan percepatan KKPR sebagai kontrol kesesuaian rencana penggunaan tanah terhadap RTRW ” ungkap Nasep, Sabtu ( 19/10/2024 ).

Seiring berkembangnya Kota Batu sebagai destinasi wisata nasional, isu alih fungsi lahan semakin mendesak untuk diatasi.

Perubahan fungsi lahan dari area pertanian menjadi lahan perumahan, komersial, dan pariwisata telah mengubah lanskap kota ini. Hal ini berimplikasi langsung pada berkurangnya lahan produktif serta masalah ekologis yang lebih luas.

” Dalam konteks ini, BPN sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan pertanahan diharapkan memiliki peran sentral dalam memastikan setiap kebijakan alih fungsi lahan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batu ” lanjutnya.

Nasep juga menyoroti pentingnya percepatan pelaksanaan Kebijakan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai kontrol untuk memastikan bahwa penggunaan lahan di Kota Batu sejalan dengan rencana tata ruang yang ada.

Pengawasan ini tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk mencegah adanya penyalahgunaan lahan yang dapat merusak potensi wisata alam yang dimiliki Kota Batu.

Selain itu, penataan ruang yang terintegrasi dan harmonis antara kawasan wisata, kawasan penunjang seperti penginapan, serta area perdagangan dan jasa juga menjadi poin krusial yang diharapkan dapat dibahas dalam debat nanti. Sebagai kota wisata nasional, Batu harus mampu menyediakan infrastruktur yang memadai dan koneksi antar objek wisata yang mudah dijangkau. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisatawan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.

Nasep menekankan bahwa debat ini dapat menjadi ajang adu konsep di mana para calon pemimpin Kota Batu bisa menampilkan visi mereka untuk memajukan kota ini sebagai destinasi wisata nasional yang unggul. Seperti yang diungkapkan oleh Pejabat Walikota Batu saat peringatan hari jadi ke-23 Kota Batu pada 17 Oktober 2024, Kota Batu memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata di tingkat nasional.

Namun, pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya pengelolaan agraria yang baik, perlindungan terhadap lahan produktif, serta perencanaan ruang yang berkesinambungan.

Dengan demikian, hasil dari debat ini diharapkan tidak hanya memberikan pencerahan bagi masyarakat dalam memilih pemimpin yang tepat, tetapi juga menghasilkan komitmen konkret dari para calon untuk menyelesaikan masalah-masalah agraria dan alih fungsi lahan yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Batu. ( Eno.)