Khofifah Terpukau! Jeruk Siam Madu Tutur Si “Manis dari Pegunungan” Siap Jadi Primadona Nasional!

82839

Pasuruan | Serulingmedia. com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dibuat kagum dengan kelezatan dan potensi besar Jeruk Siam Madu di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Buah jeruk berwarna cerah dengan cita rasa manis alami seperti madu itu dinilai memiliki prospek ekonomi tinggi dan berpeluang besar menjadi ikon hortikultura unggulan Jawa Timur.

Pujian tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan panen dan petik buah di Kebun Jeruk milik Haji Super, Minggu lalu.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyebut Jeruk Siam Madu Tutur bukan hanya segar dan manis, tetapi juga tumbuh subur di kawasan dataran tinggi yang ideal untuk pertanian.

“Rasanya manis dan sangat segar. Buah jeruk ini menjadi produk hortikultura unggulan dari Kecamatan Tutur,” ujarnya.

Kecamatan Tutur, lanjut Khofifah, berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu dan iklim yang sempurna bagi tanaman jeruk.

Ia menambahkan, keunggulan lain Jeruk Siam Madu adalah siklus panennya yang cepat dan berkelanjutan, sehingga petani bisa menikmati hasil tanpa jeda panjang.

“Kalau sudah dipetik, langsung berbunga lagi. Jadi buahnya tidak berhenti tumbuh,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Gubernur Khofifah mendorong agar produksi dan pemasaran Jeruk Siam Madu dilakukan secara terintegrasi.

Ia bahkan mengusulkan agar Desa Kayu Kebek dikembangkan menjadi Desa Wisata Agrikultur, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat branding jeruk asal Pasuruan.

Produksi jeruk di Jawa Timur pada tahun 2024 sendiri mencapai 1.406.415 ton, atau 49,7 persen kontribusi terhadap produksi jeruk nasional.

“Desa ini punya potensi wisata yang strategis. Kita akan konsultasikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kayu Kebek, Yudha, mengungkapkan kebanggaannya atas perhatian Gubernur terhadap potensi wilayahnya.

Ia berharap Jeruk Siam Madu dapat menjadi ikon unggulan sekaligus daya tarik wisata yang memperkuat posisi Kecamatan Tutur sebagai desa penyangga kawasan wisata Gunung Bromo.

“Harapan kami tahun 2026 nanti, Kayu Kebek bisa jadi desa destinasi wisata. Semoga sektor pertanian dan peternakan di sini makin punya daya saing tinggi,” ujarnya.

Yudha menambahkan, Jeruk Siam Madu Tutur memiliki ukuran besar dan cita rasa khas. Proses budidayanya dilakukan secara organik, menggunakan pupuk kandang dan metode ramah lingkungan.

“Sekilo jeruk bisa berisi 6 sampai 7 buah saja. Pemasarannya sudah sampai Jakarta bahkan Pontianak,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah provinsi dan semangat petani lokal, Jeruk Siam Madu Tutur siap mengharumkan nama Jawa Timur di pasar nasional, menjadi simbol manisnya hasil bumi dari pegunungan Pasuruan.( Gus/Eno).