Distan KP Kota Batu Dukung Varietas Baru “Golden Analagi” untuk Regenerasi Apel
Batu | Serulingmedia.com – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) menunjukkan komitmen serius menjaga identitas Kota Batu sebagai sentra apel nasional.
Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan ialah mendukung pengembangan varietas apel baru hasil persilangan bernama “Golden Analagi”.
Varietas tersebut merupakan hasil silangan apel Manalagi dan apel Anna yang dikembangkan oleh Rudy Mardiyanto bersama tim. Apel ini disebut memiliki karakter rasa manis-asam yang lebih segar dengan tampilan warna perpaduan kuning dan merah.
Kepala Distan KP Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi pengembangan varietas baru tersebut.

Menurutnya, Golden Analagi memiliki potensi besar untuk mendukung regenerasi tanaman apel di Kota Batu.
“Intinya kalau rasa lebih ke manis asam. Terus penampakan buahnya juga gabungan kuning sama merah,” ujar Hendry usai upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, Hendry menjelaskan saat ini varietas tersebut masih berada dalam tahap uji coba karena pohon induk yang tersedia baru satu pohon.
Karena itu, fokus utama saat ini adalah memperbanyak bibit sebelum masuk tahapan legalitas dan pendaftaran varietas ke Kementerian Pertanian.
Ia menjelaskan proses pengembangan dilakukan melalui metode persilangan antara apel Anna dan Manalagi. Setelah bibit dinilai cukup dan siap dikembangkan dalam skala lebih luas, Distan KP akan mendampingi proses pengajuan varietas baru tersebut ke pemerintah pusat.
“Nah, itu tugas kita nanti. Artinya setelah layak itu diperbanyak, muncul varietas baru, tugas Dinas Pertanian untuk mensosialisasikan, termasuk menganggarkan perbanyakan varietas, terus mengembangkan di petani-petani apel,” tegas Hendry.
Dalam proses pengembangannya, tim pengembang disebut telah menyiapkan langkah sistematis. Tahap awal dilakukan melalui perbanyakan bibit menggunakan kultur jaringan untuk menjaga kemurnian genetis tanaman induk sekaligus mempercepat produksi bibit bebas penyakit.
Selain itu, metode okulasi atau sambung pucuk juga disiapkan dengan memanfaatkan batang bawah apel lokal agar tanaman memiliki perakaran kuat dan mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di Kota Batu.
Tahapan berikutnya ialah membentuk hamparan tanaman untuk kebutuhan uji karakterisasi dan stabilitas varietas.
Pada fase ini, tim penguji dari Kementerian Pertanian nantinya akan memeriksa konsistensi rasa, warna, produktivitas, hingga ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Distan KP juga menyiapkan strategi distribusi bibit kepada petani apabila varietas Golden Analagi telah lolos pengujian dan resmi terdaftar.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan eksistensi apel sebagai ikon utama Kota Batu.
Saat ini, sentra utama apel di Malang Raya semakin terbatas dan mayoritas berada di wilayah Kota Batu, terutama di kawasan Tulungrejo, Sumbergondo, dan Bumiaji. Selain itu, wilayah penghasil apel lainnya berada di Poncokusumo, Kabupaten Malang, serta Nongkojajar di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Dengan hadirnya varietas Golden Analagi, Pemerintah Kota Batu berharap gairah pertanian apel kembali meningkat sekaligus membuka peluang lahirnya komoditas unggulan baru yang mampu memperkuat ekonomi petani dan sektor wisata pertanian di Kota Batu.( Eno).






