Khidmah Seabad NU, SARBUMUSI Kota Batu Siapkan 10.000 Nasi untuk Jamaah Mujahadah Kubro

KETUA.jpeg1_11zon

Batu | Serulingmedia.com –  Komitmen khidmah dan pelayanan umat kembali ditegaskan DPC K-SARBUMUSI NU Kota Batu dalam menyukseskan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Organisasi buruh NU ini menyatakan kesiapan penuh mendukung penyediaan 10.000 nasi bagi jamaah pada puncak Mujahadah Kubro yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Ketua DPC K-SARBUMUSI NU Kota Batu, Rudianto, menegaskan bahwa keterlibatan SARBUMUSI bukan sekadar tugas teknis, melainkan panggilan ideologis dan spiritual sebagai bagian dari keluarga besar NU.

Mujahadah Kubro dalam rangka Satu Abad NU hanya terjadi setiap seratus tahun sekali. Ini momentum sejarah dan ibadah kolektif umat. Karena itu, SARBUMUSI harus hadir memberi manfaat nyata, bukan hanya simbolik,” ujar Rudianto.

Siapkan 100 Personel Dapur Umum

Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, SARBUMUSI Kota Batu diminta menyiapkan 100 personel dapur umum, dengan pembagian 10 orang di setiap basis. Para personel ini akan terlibat langsung dalam proses distribusi dan pembungkusan konsumsi bagi ribuan jamaah.

Menurut Rudianto, dapur umum adalah wajah khidmah SARBUMUSI di tengah umat. “Boleh jadi kami tidak terlihat di panggung utama, tetapi dari dapur umum inilah pelayanan umat dimulai. Nasi yang dibungkus dengan niat ikhlas insyaallah menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” tuturnya.

Sinergi Lintas Elemen

Pelaksanaan dapur umum ini melibatkan tim masak dari BPBD, Tagana, dan PJ Pemkot Batu, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam agenda keagamaan berskala besar. Sinergi ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam tradisi NU.

Tanggung Jawab Pembungkusan 10.000 Nasi

SARBUMUSI Kota Batu juga mendapat amanah penting untuk pembungkusan 10.000 nasi yang akan didistribusikan kepada jamaah dari: PCNU Kota Batu, PCNU Nganjuk, PCNU Kabupaten Kediri, PCNU Kota Kediri

Rudianto menyebut amanah tersebut sebagai kehormatan sekaligus ujian tanggung jawab. “Ini kepercayaan besar. Kami pastikan seluruh proses berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran. Khidmah harus dilakukan secara profesional, meski berangkat dari keikhlasan,” tegasnya.

Program “Sabtu Berkah” untuk Panitia

Selain melayani jamaah, SARBUMUSI Kota Batu juga menggagas program khusus “Sabtu Berkah” bagi panitia dan relawan. Program ini bertujuan menjaga kekompakan, memperkuat spiritualitas, serta memastikan seluruh tim tetap bersemangat selama rangkaian Mujahadah Kubro berlangsung.

Panitia juga perlu diperhatikan. Dengan Sabtu Berkah, kami ingin memastikan semua yang bekerja tetap kuat lahir batin dalam melayani umat,” imbuh Rudianto.

Khidmah Sunyi, Jejak Abadi

Di balik kemegahan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, peran dapur umum bekerja dalam sunyi. Namun dari sanalah keberkahan mengalir. Melalui dukungan 10.000 nasi, SARBUMUSI Kota Batu menegaskan jati dirinya sebagai organisasi yang setia pada jalan khidmah.

Satu abad NU bukan sekadar peringatan, melainkan tonggak pengabdian lintas generasi. Dan SARBUMUSI Kota Batu memilih menorehkan jejaknya melalui pelayanan sederhana yang sarat makna: melayani umat dengan ikhlas, bekerja dengan profesional, dan mengabdi untuk NU sepanjang masa. ( Eno ).