Dr. Kurnia Rusli Dorong Dosen Unsulbar Perkuat Proposal Riset dan Pengabdian Berbasis BIMA

dosen.jpeg1_11zon

Sulawesi Barat | Serulingmedia.comDr. Kurnia Rusli, S.Pd., M.Pd., mendorong dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) untuk memperkuat kualitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis BIMA, sebagai fondasi utama lahirnya riset yang unggul, relevan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Kurnia Rusli saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis BIMA yang diselenggarakan Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, pada 4–5 Februari 2026.

Dosen Program Studi S1 Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Megarezky (Unimerz) itu menekankan bahwa penguatan proposal tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata, tetapi harus berangkat dari kepekaan akademisi dalam membaca persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Penelitian dan pengabdian sejatinya adalah jembatan antara kampus dan masyarakat. Proposal yang baik bukan hanya rapi secara administrasi, tetapi mampu menjawab persoalan riil dan menawarkan solusi yang terukur,” tutur Dr. Kurnia Rusli.

Ia menjelaskan, platform BIMA hadir sebagai instrumen pengendali mutu agar setiap riset dan pengabdian dosen memiliki arah yang jelas, luaran yang terukur, serta relevansi dengan kebijakan nasional dan kebutuhan masyarakat.

“BIMA bukan sekadar sistem unggah. Di dalamnya ada filosofi perencanaan yang matang. Dosen harus memastikan ide risetnya selaras dengan skema pendanaan, metodologinya kuat, dan manfaatnya bisa dirasakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Kurnia Rusli mengingatkan bahwa kegagalan proposal sering kali bukan karena gagasan yang lemah, melainkan karena kurang tepat dalam memilih skema, menyusun alur berpikir, serta menjabarkan target luaran.

“Kalau skema tepat, logika proposal runtut, dan luaran jelas, peluang untuk lolos pendanaan akan terbuka lebar. Di situlah pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam menulis proposal,” tambahnya.

Bimtek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dosen Unsulbar terkait mekanisme perencanaan, penulisan, hingga pengajuan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat melalui sistem BIMA. Peserta dibekali wawasan strategis tentang penyusunan kerangka proposal yang sistematis, penyesuaian topik dengan kebutuhan masyarakat, serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan pendekatan partisipatif. Selain pemaparan materi, para dosen aktif terlibat dalam diskusi dan praktik langsung penyusunan proposal, sehingga suasana bimtek berlangsung dialogis dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Administrasi Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas akademik dosen. Diharapkan, bimtek ini mampu melahirkan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas, berdaya saing nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Yah/Eno)