KH Said Aqil Siroj Tegaskan Ketabiban Pagar Nusa Harus Menolong Semua Umat Tanpa Pandang Suku dan Ras
Batu | Serulingmedia.com – Ketua Lembaga Ketabiban PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, Ki Ageng Purwo Noto Negoro Suryoningrat, melakukan perbincangan khusus dengan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, Ketua Umum PBNU ke-10, di Padepokan Panotogama, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (20/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas secara mendalam perkembangan dan kemajuan Lembaga Ketabiban PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, khususnya peran ketabiban sebagai bagian dari pengabdian Pagar Nusa kepada umat melalui pendekatan spiritual, sosial, serta pengobatan medis dan nonmedis.

KH. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa kegiatan ketabiban harus benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ia berpesan agar praktik ketabiban Pagar Nusa tidak membeda-bedakan latar belakang siapa pun yang membutuhkan pertolongan.
“Ketabiban PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur harus bermanfaat bagi umat. Pengobatan, baik medis maupun nonmedis, harus diniatkan untuk menolong siapa saja tanpa memandang suku dan ras. Siapa pun wajib ditolong,” tegas KH. Said Aqil Siroj.
Pesan tersebut ditujukan khusus kepada Lembaga Ketabiban PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur yang dipimpin oleh Ki Ageng Purwo Noto Negoro Suryoningrat agar terus istiqamah menjadikan nilai kemanusiaan dan keikhlasan sebagai landasan utama gerakan.
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar oleh PW Pagar Nusa Jawa Timur melalui Lembaga Ketabiban.
Dalam momentum tersebut, Pagar Nusa Jatim menggelar bakti sosial pengobatan tradisional gratis serta gemblengan ilmu kanuragan di Padepokan Dzikir dan Ta’lim Bumi Aji Panatagama, Kota Batu.
Kegiatan yang berpusat di kediaman KH. M. Musyrifin Amongjiwo (Kanjeng Haryo Aryo) ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir sebagai tamu utama, KH. Said Aqil Siroj yang saat ini juga menjabat sebagai Mustasyar PBNU periode 2022–2027.
Dalam sambutannya, KH. Said Aqil turut menanggapi isu konflik internal PBNU. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk kembali menduduki jabatan Ketua Umum PBNU.
“Baru kali ini terjadi konflik di internal PBNU. Saya sama sekali tidak punya ambisi untuk menjadi ketua lagi,” ujarnya.
Menanggapi harapan dari Dewan Khos PW PSNU Jawa Timur yang menilai KH. Said Aqil sebagai figur penyejuk, ia mengajak seluruh kader Pagar Nusa untuk meneladani sikap dan spiritualitas Gus Dur.
“Kalau ingin seperti Gus Dur, yang setiap perkataannya menjadi kenyataan, ikuti jejaknya: sabar, tawakal, bersyukur, dan ridho,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari sifat takabur, riya’, dan ujub, serta menekankan bahwa kekuatan manusia tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada kekuatan batin yang harus dijaga dengan dzikir dan keikhlasan.
Sementara itu, Ki Ageng Purwo menegaskan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar perguruan pencak silat, melainkan benteng Aswaja yang hidup melalui aksi sosial, pengabdian kemanusiaan, dan penguatan spiritual umat.
“Ketabiban dan aksi sosial adalah bagian dari ikhtiar Pagar Nusa menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.
Acara Haul Gus Dur ini turut dihadiri pengurus Pagar Nusa se-Jawa Timur, termasuk Dewan Hos Pagar Nusa Nasional, Kanjeng Raden Tubagus Kyai Abdul Halim al-Khawas dari Banyuwangi.
Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap keteladanan Gus Dur sekaligus peneguhan komitmen Pagar Nusa Jawa Timur untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan sosial, pengobatan, dan pembinaan spiritual-kanuragan. ( Eno).






