Mantan Ketua PBNU Said Aqil Siradj Serukan PBNU Damai, Minta Doa Pendekar Pagar Nusa
Batu | Serulingmedia.com – Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menunjukkan kepeduliannya terhadap keutuhan dan kedamaian PBNU dengan meminta doa para pendekar Pagar Nusa Jawa Timur agar NU tetap utuh, rukun, dan bersatu dalam melayani umat serta bangsa Indonesia.
Permohonan doa tersebut disampaikan KH Said Aqil Siradj saat memberikan tausiah di hadapan para pendekar Pagar Nusa yang berkumpul di Padepokan Panotogama, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini dirangkai dengan pengobatan massal dalam rangka Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Bertempat di kediaman KP. KH M. Musyrifin Among Jiwo, Dewan Khos PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, suasana pertemuan berlangsung khidmat dan penuh keteduhan.
Para pendekar mengikuti penggemblengan kanuragan sekaligus penguatan akhlak di Padepokan Dzikir dan Taklim Bumiaji Panotogama.
Dalam tausiahnya, KH Said Aqil menekankan pentingnya kekuatan batin dan spiritual dalam menghadapi dinamika yang terjadi di tubuh organisasi.

Ia berharap setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, kebijaksanaan, dan semangat persaudaraan.
“Mudah-mudahan keributan atau kesalahpahaman yang terjadi segera selesai. Manusia itu lebih dari makhluk lain karena manusia memiliki kekuatan di luar fisik,” ujar KH Said Aqil dengan nada menyejukkan.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan warga NU, khususnya di tingkat akar rumput, untuk tetap istiqamah menjalankan amaliah NU serta aktivitas keagamaan sebagaimana mestinya, tanpa terpengaruh oleh dinamika yang terjadi di tingkat pusat.
Menurutnya, kekuatan utama NU terletak pada konsistensi warganya dalam menjaga tradisi, mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, serta merawat persatuan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
KH Said Aqil turut menyampaikan bahwa para sesepuh NU terus berikhtiar mencari jalan terbaik melalui musyawarah dan silaturahmi.
Setelah pertemuan di Den Anyar, para masyayikh dijadwalkan kembali bertemu di Lirboyo.

“Besok merupakan pertemuan yang ketiga para sesepuh. Semoga menghasilkan keputusan yang menggembirakan dan membawa kedamaian bagi NU,” tuturnya.
Kehadiran KH Said Aqil di tengah para pendekar Pagar Nusa tersebut menjadi simbol ikhtiar spiritual dan kebangsaan, bahwa keteduhan, doa, dan persatuan adalah jalan utama menjaga NU tetap kokoh sebagai rumah besar umat Islam Indonesia.( Eno).






