Ketuk Pintu Guru di Batu, Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai Ingatkan: Pengabdian Tak Pernah Sia-Sia

Screenshot_2025-11-26-19-31-44-279_com.miui.gallery-edit

Batu | Serulingmedia.com – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr.Aries Agung Paewai, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap para guru di daerah terpencil dan kurang beruntung.

Dalam momentum peringatan Hari Guru, Rabu sore (26/11/2025), Aries hadir langsung ke Kota Batu untuk memberikan santunan kepada guru yang selama ini mengabdi dengan segala keterbatasan.

Aries didampingi Kacabdindik Kota Malang–Kota Batu, Hastini Ratna Dewi, serta Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, mendatangi kediaman Ramadhani, guru SMK Bhineka Tunggal Ika Kota Batu di Desa Junrejo.

Dalam kunjungan itu, Aries menyerahkan bantuan sembako serta uang tali asih kepada Syahrul, seorang guru yang telah mengajar bertahun-tahun dengan penghasilan sangat minim.

Dalam momen tersebut, Aries menyampaikan pesan yang menyentuh tentang makna pengabdian seorang guru.

“Kadang kita lupa bahwa banyak guru yang bekerja dalam sunyi, mengabdikan hidupnya tanpa mengeluh meski gajinya jauh dari layak. Mereka tetap berdiri di depan kelas, tersenyum, memberi ilmu dengan hati yang tulus. Hari ini, kami ingin hadir untuk menyapa mereka, agar mereka tahu bahwa negara tidak menutup mata,” ujar Aries dengan suara bergetar.

Ia menambahkan bahwa apresiasi kecil ini hanyalah simbol kepedulian, namun diharapkan mampu memberi semangat baru bagi para guru.

“Hanya silaturahmi di Hari Guru, Mas. Pengen memberikan apresiasi kepada guru-guru yang telah lama mengabdi dengan gaji hanya 300 ribu per bulan,” lanjutnya.

Selain santunan kepada Syahrul, rombongan Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyaksikan penyerahan ijazah seorang alumni SMAK Yos Sudarso Kota Batu yang selama ini belum diambil.

Kepala SMAK Yos Sudarso, Petronela Ntimuk, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi antara alumni dan pihak sekolah.

Aries berharap penyerahan ijazah ini dapat membuka jalan bagi masa depan alumni tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya sekolah swasta memberikan kelonggaran bagi siswa dari keluarga kurang mampu, terutama terkait penahanan ijazah.

“Sekolah swasta memang punya kebijakan masing-masing. Tapi saya berharap ada pintu keringanan bagi siswa-siswa dari keluarga tidak mampu. Kita semua bertanggung jawab memastikan mereka tetap punya masa depan,” tegasnya.

Aries mengaku bersyukur karena banyak sekolah swasta yang mulai lebih empatik terhadap kondisi siswa tidak mampu.

Kepada alumni SMAK Yos Sudarso yang baru menerima ijazahnya, Aries juga menyerahkan bantuan sembako dan tali asih sebagai bentuk dukungan. ( Eno).