Kampung Kerukunan Umat Beragama Dusun Ngandat: Merayakan Waisak 2568 BE / 2024 dengan Semangat Persatuan
Batu | serulingmedia.com- Kampung Kerukunan Umat Beragama di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, telah lama dikenal sebagai contoh nyata dari kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2568 BE / 2024, kampung ini kembali menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai toleransi dan persatuan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu acara utama dalam peringatan Waisak tahun ini adalah Pindapatta, yang merupakan tradisi pemberian dana makanan atau obat-obatan kepada para Bikkhu, Samanera, dan Anagarika sebanyak 18 orang.
Kegiatan ini dipusatkan di Cetiya Setya Dharma, yang juga dikenal sebagai Kampung Sadar KUB, terletak di Jl. Mojowangi RT.14 RW.06, Desa Mojorejo.
Pindapatta adalah tradisi yang sangat penting dalam agama Buddha, di mana umat memberikan dana makanan atau obat-obatan kepada para Bikkhu, Samanera, dan Anagarika sebagai bentuk dukungan dan penghormatan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menjalankan ajaran agama, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara umat Buddha dan masyarakat luas.
Kampung Kerukunan Umat Beragama di Dusun Ngandat memiliki sejarah panjang dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.
Peringatan Waisak di kampung ini selalu melibatkan berbagai komunitas agama, menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan untuk hidup rukun dan saling menghormati.
Semangat Gotong Royong dalam Persiapan peringatan Waisak di Dusun Ngandat melibatkan seluruh warga, tanpa memandang agama atau kepercayaan mereka. Warga bergotong royong menghias Cetiya Setya Dharma, menyiapkan makanan, dan mengorganisir kegiatan. Semangat gotong royong ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas yang menjadi dasar kerukunan di kampung ini.
Selain Pindapatta, rangkaian kegiatan peringatan Waisak di Dusun Ngandat juga meliputi karya bhakti dan tabur bunga di TMP Batu, anjangsana antar ummat, prosesi Puja, baca paritta, pesan waisak, meditasi bersama, ceramah dhamma, dan ritual pemandian patung Buddha,
Peringatan Waisak yang diadakan setiap tahun selalu menjadi sorotan dan mendapat apresiasi baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Tahun ini, peringatan Waisak 2568 BE / 2024 kembali mengukuhkan kampung ini sebagai model harmonisasi sosial yang patut dicontoh.

Menurut salah satu Panitia Wiyati pada Kamis ( 23/5/2024 ) sebelum parayaan puncak Peringatan Hari Raya Waisak pada pukul 16.00 warga dusun Ngadat akan melakukan jalan kaki beriringan dengan Start Cetya RT 14 menuju Vihara dengan melewati jalur, RT 14,23,15,16 melewati perumahan Kayan berakhir VIHARA.
” iring – iringan juga dimeriahkan dengan kesenian Baŕongsai, sehingga di jam 16.00 sepanjang jalan Mojowangi ditutup sementara ” ungkapnya di kediamannya.( Eno )






