Setya Gunawan Deklarasikan Pencalonan Walikota Batu dengan Restu Ibu
Batu | serulingmedia.com -Senin, 1 Juli 2024, bertepatan dengan peringatan hari Bhayangkara ke 78 menjadi momen bersejarah di GOR Gajah Mada, Batu, ketika Setya Gunawan SE, FSAI, AAAI-J, AIIS, memulai deklarasi pencalonannya sebagai Bakal Calon Walikota Batu.
Di tengah gegap gempita suasana kampanye politik yang penuh semangat, Setya tampil di hadapan hadirin yang antusias dengan sebuah tindakan yang menggetarkan hati. Di atas panggung, di depan puluhan pasang mata yang menyaksikan, Setya dengan tulus mencium kaki ibunya, Ninik Pudji Rahayu.

Tindakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol mendalam dari pengabdian dan penghormatan kepada keluarga yang menjadi fondasi kuat dalam hidupnya.
Dalam dunia politik yang sering kali keras dan penuh intrik, momen ini menawarkan pandangan yang berbeda tentang nilai-nilai yang diusung oleh seorang calon pemimpin. Setya, yang didampingi oleh istrinya, Siti Fatimah SH, memperlihatkan bahwa dalam perjalanan menuju posisi kepemimpinan, restu dan dukungan keluarga adalah hal yang tak ternilai harganya.
Restu dari ibu, sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya, menjadi bekal spiritual yang diyakini akan membawa berkah dalam perjuangannya di Pilkada serentak Kota Batu 2024.
Tindakan Setya ini mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai kekeluargaan dalam membangun karakter dan integritas seorang pemimpin.
Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman, penghormatan kepada orang tua tetap menjadi salah satu pilar penting dalam budaya kita. Melalui momen ini, Setya tidak hanya meminta restu untuk maju dalam kontestasi politik, tetapi juga memperlihatkan kepada masyarakat bahwa seorang pemimpin yang baik harus memiliki akar yang kuat dalam keluarga.
Siti Fatimah SH, yang setia mendampingi suaminya, juga memberikan gambaran tentang kesatuan dan dukungan dalam rumah tangga. Kehadirannya di samping Setya mencerminkan bahwa di balik seorang pemimpin yang sukses, ada sosok yang selalu mendukung dan memberi semangat. Kebersamaan mereka di atas panggung bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga komitmen bersama untuk melangkah maju demi kebaikan Kota Batu.
Dalam suasana yang sarat dengan kepentingan politik dan ambisi, tindakan Setya memberikan sentuhan humanis yang membedakannya dari calon lain. Ini bukan sekadar strategi politik, tetapi cerminan dari kepribadian dan prinsip hidup yang dianutnya. Momen ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam setiap langkah besar, restu dan doa dari orang-orang terdekat, terutama ibu, adalah landasan yang kuat untuk mencapai keberhasilan.

Setya Gunawan bukanlah nama baru dalam dunia bisnis dan organisasi. Sebagai komisaris dari lima perusahaan besar dan Pembina DPP Ormas Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB), Setya memiliki pengalaman yang luas dalam mengelola bisnis skala besar.
Perusahaan-perusahaan di bawah naungan SES Group, yang terdiri dari PT SES Indo Samudra (SESOil), PT Ses Indo Semesta (SESRice), PT Ses Indo Tirta (SESQua), PT Ses Indo Property (SESPro), dan PT Ses Indo Dana (SESLife), mencakup berbagai sektor seperti pertanian, properti, air mineral, transportasi Umroh, dan asuransi.
Keberhasilan dalam dunia bisnis inilah yang menjadi dasar bagi Setya untuk melirik Kota Batu sebagai “surga tidur” yang memerlukan manajemen modern dan mumpuni. Dengan mengusung jargon “Menata Batu Lebih Baik Lagi,” Setya berkomitmen untuk membawa perubahan signifikan melalui serangkaian program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Batu.
Salah satu fokus utama Setya adalah sektor pendidikan. Ia menyayangkan fakta bahwa Kota Batu, sebagai kota tujuan wisata, belum memiliki perguruan tinggi negeri. Oleh karena itu, Setya bertekad memperbanyak sekolah dan mendirikan perguruan tinggi negeri di Kota Batu. “Saya siap mewujudkan keinginan itu,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Selain pendidikan, pariwisata juga menjadi prioritas dalam visi Setya. Menurutnya, banyak investor asing yang siap berinvestasi di Kota Batu untuk membangun pusat wisata berkelas dunia seperti Disneyland.
“Kami ingin menciptakan Batu Go Internasional. Guna membangun kota Batu sebagai kota tujuan wisata tidak harus mengandalkan dana APBD. Saya akan datangkan investor asing yang siap berinvestasi di Batu,” jelasnya.

Setya juga memiliki solusi untuk masalah pengolahan sampah yang selama ini menjadi kendala di Kota Batu. Salah satu perusahaannya yang memproduksi mesin pencacah sampah dan pabrik pupuk organik siap dioperasionalkan untuk menangani masalah ini.
“Mesin pencacah sampah produksi kami sudah diekspor ke Vietnam dan berhasil diterapkan di Jawa Barat dan NTB,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dalam mengatasi kemacetan lalu lintas, Setya mengandalkan teknologi yang sudah diterapkan di Singapura. Teknologi ini diyakini sangat cocok untuk Kota Batu, mengingat semakin meningkatnya arus kendaraan di kota tersebut. “Saya mempunyai teknologi guna mengatasi kemacetan lalu lintas, sangat cocok untuk Kota Batu,” tambahnya.
Program yang juga sangat dirasakan masyarakat adalah pemberian santunan kematian sebesar Rp 20 juta per orang bagi warga ber-KTP Batu. “Orang yang berduka perlu bantuan. Oleh karena itu, saya siap meluncurkan program santunan kematian Rp 20 juta tiap orang yang memiliki KTP Batu,” pungkasnya.
Deklarasi pencalonan Setya Gunawan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Kota Batu. Dengan pengalaman dan visi yang jelas, Setya berkomitmen untuk menata Kota Batu dengan manajemen modern yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan. Melalui program-program inovatifnya, Setya Gunawan siap membawa Kota Batu menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera.( Eno )






