13 Mahasiswa UIN Malang Rayakan Kemerdekaan di Bangkok, Merah Putih Jadi Penanda Identitas
Malang | Serulingmedia.com — Sebanyak 13 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (17/8/2026).
Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari program International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026. Program tersebut membawa mahasiswa UIN Malang untuk memperoleh pengalaman akademik, budaya, dan interaksi internasional di Thailand.
Ke-13 mahasiswa yang mengikuti program I-SMASH tersebut di antaranya Fahrizal, Balqis, dan Naisilla.
Mereka mengikuti upacara bersama staf KBRI Bangkok, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat dan diaspora Indonesia yang berada di Thailand.
Pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung khidmat. Prosesi tersebut turut diiringi trompet dari Royal Thai Army, menciptakan suasana unik karena simbol-simbol kebangsaan Indonesia hadir di tengah lingkungan negara lain.
Bagi para mahasiswa UIN Malang, pengalaman tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat Indonesia di luar negeri menjaga identitas kebangsaan melalui peringatan hari kemerdekaan.
Sebelum memasuki lokasi upacara, peserta menjalani proses verifikasi identitas dan pemeriksaan paspor. Prosedur tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa yang sedang menjalani mobilitas internasional.
Suasana semakin menarik ketika pasukan upacara membentuk angka 81 dan huruf RI. Formasi tersebut menjadi simbol perjalanan 81 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus penegasan identitas Republik Indonesia di luar negeri.
Fahrizal: Kemerdekaan Terasa Berbeda di Negeri Orang
Salah satu peserta I-SMASH, Fahrizal, mengatakan mengikuti upacara kemerdekaan di Bangkok memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Indonesia.

Menurut dia, berada jauh dari tanah air justru membuat rasa memiliki terhadap Indonesia semakin kuat. Keberadaan Merah Putih di tengah negara lain membuatnya semakin menyadari arti identitas sebagai warga negara Indonesia.
“Mengikuti upacara kemerdekaan di Bangkok memberikan pengalaman yang sangat berbeda. Biasanya kita mengikuti upacara di Indonesia, tetapi kali ini saya berada di luar negeri dan tetap bisa merasakan suasana kemerdekaan bersama warga Indonesia,” ujar Fahrizal usai mengikuti upacara bendera, Senin (17/8/2026).
Fahrizal menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan I-SMASH. Menurutnya, program mobilitas internasional bukan hanya memberikan kesempatan untuk mengenal negara lain, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami identitas negaranya sendiri.
“Ketika berada jauh dari Indonesia, justru rasa bangga sebagai orang Indonesia semakin terasa. Melihat Merah Putih dikibarkan di Bangkok membuat saya merasa Indonesia tetap dekat meskipun secara geografis sangat jauh,” katanya.
Belajar Thailand, Membawa Indonesia
Keikutsertaan mahasiswa UIN Malang dalam upacara tersebut melengkapi pengalaman mereka selama mengikuti I-SMASH 2026.
Program mobilitas internasional itu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik, budaya, serta masyarakat Thailand. Namun, pengalaman mengikuti upacara kemerdekaan di KBRI Bangkok memberikan dimensi lain dalam perjalanan mereka.
Para mahasiswa tidak hanya belajar tentang negara tujuan, tetapi juga belajar membawa identitas Indonesia dalam ruang pergaulan internasional.
Bagi Fahrizal dan peserta lainnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan ke luar negeri tidak harus membuat mahasiswa kehilangan akar kebangsaannya.
Sebaliknya, jarak dapat membuat identitas semakin terasa.
Dari Bangkok, 13 mahasiswa UIN Malang mendapatkan pengalaman bahwa menjadi bagian dari komunitas global tidak berarti meninggalkan Indonesia. Mereka dapat mengenal dunia sekaligus tetap membawa Merah Putih dalam setiap perjalanan. ( Eno)






