Gus Ipul Jenguk Haical, Santri yang Kehilangan Kaki: “Kamu Dapat Salam dari Presiden”

55739

Sidoarjo | Spektroom.com – Raut wajah Syehlendra Haical Aditya seketika berubah haru ketika Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), datang menjenguknya di ruang perawatan RSUD R.T. Notopuro, Sidoarjo, Jumat (10/10/2025).

Santri muda dari Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran itu kini berjuang memulihkan diri setelah salah satu kakinya harus diamputasi akibat luka parah saat tertimbun reruntuhan bangunan musala pesantren yang ambruk beberapa waktu lalu.

Gus Ipul tiba sekitar pukul 08.15 WIB. Tanpa banyak basa-basi, ia langsung menuju ruang HCI tempat Haical dirawat. Dengan penuh empati, ia menggenggam tangan Haical dan menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia.

“Kamu dapat salam dari Presiden. Presiden memberikan perhatian dan atensi, makanya semua kementerian bergerak bersama-sama untuk mendukungmu supaya cepat sehat,” ujar Gus Ipul dengan suara lembut, mencoba menenangkan santri yang masih tampak lemah itu.

Pertemuan itu menjadi momen yang menyentuh. Haical yang sempat tertimbun dua hari di bawah reruntuhan, kini berjuang melanjutkan hidup dengan semangat baru. Gus Ipul mengaku dirinya tak bisa melupakan saat proses evakuasi Haical yang penuh dramatis pada Rabu (1/10/2025).

“Saya masih ingat waktu itu, hari ketiga setelah musibah. Saya bersama Ibu Kadinsos, Pak Wagub, dan Kepala Basarnas menyaksikan langsung evakuasi Haical. Alhamdulillah, meski tertimbun dua hari, ia berhasil diselamatkan,” kenangnya.

Dalam kunjungan itu, Gus Ipul memastikan pelayanan medis di RSUD R.T. Notopuro berjalan baik. “Saya melihat layanan di rumah sakit ini cukup bagus, ditangani dokter-dokter profesional yang terus memantau perkembangan kesehatan adik kita, Haical,” tuturnya.

Namun perhatian Kemensos tak berhenti di sana. Gus Ipul menegaskan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada para korban dan keluarganya.

“Kita terus mendampingi, terutama keluarga yang masih menunggu proses identifikasi dari Polda Jatim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan korban dilakukan dalam tiga tahap: evakuasi dan kedaruratan, pemulihan dan rehabilitasi, serta rekonstruksi. Saat ini fokus utama diarahkan pada tahap rehabilitasi, baik medis maupun sosial.

“Rehabilitasi ini untuk semua korban, terutama mereka yang mengalami luka berat seperti Haical. Kita ingin mereka tak hanya sembuh secara fisik, tapi juga bisa bangkit kembali dengan semangat baru,” ungkapnya.

Data sementara menunjukkan, jumlah korban luka ringan mencapai 74 orang, luka berat 24 orang, dan meninggal dunia 63 orang. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh korban mendapatkan hak mereka atas perlindungan, jaminan sosial, hingga pemberdayaan pascakejadian.

“Keluarga korban yang kehilangan atau yang anaknya luka berat akan kita dampingi hingga proses pemberdayaan. Arahan Presiden jelas: semua kebutuhan mereka akan didukung sepenuhnya,” tegas Gus Ipul.

Sebagai pengingat, tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri tengah menunaikan salat Asar. Diduga, pengecoran lantai atas membuat pondasi bangunan tak kuat menahan beban, hingga ambruk dan menimpa para santri di bawahnya.

Kini, di ruang rawat sederhana itu, Haical menjadi simbol keteguhan seorang santri muda — yang kehilangan sebagian tubuhnya, tapi tetap semangat, bagi Gus Ipul, setiap tetes air mata Haical adalah panggilan untuk terus menghadirkan kasih dalam kerja kemanusiaan.( Gus/Eno).