Gerbang Digembok Saat Upacara, Guru SD dan Wali Murid TK Nyaris Bentrok di Kompleks Sekolah SD Sisir Satu Batu

1281572_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Ketegangan nyaris berujung bentrokan terjadi di kompleks sekolah Kelurahan Sisir, Kota Batu, menyusul polemik akses masuk yang dipicu proyek renovasi Gedung SD Negeri Sisir 1 yang hingga kini belum rampung.

 

Insiden tersebut melibatkan guru SD dan wali murid TK PGRI 03 pada Senin (6/4/2026), saat pintu gerbang utama yang digunakan bersama tiba-tiba digembok ketika kegiatan upacara berlangsung.

 

Kepala TK PGRI 03, Sulistyowati, saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (13/4/2026), menjelaskan bahwa selama ini akses masuk ke lingkungan sekolah memang digunakan bersama oleh beberapa lembaga pendidikan, yakni SD Negeri Sisir 1, SD Sisir 2, SD Sisir 5, serta SMP yang berada dalam satu kompleks.

“Selama ini anak-anak TK tetap bisa masuk, meskipun ada upacara di SD. Biasanya hanya diminta menepi ke halaman,” ujarnya.

 

Namun, situasi berubah sejak adanya renovasi gedung SD Negeri Sisir 1 yang menyebabkan sebagian area halaman dipenuhi material bangunan. Kondisi tersebut mempersempit akses jalan yang biasa digunakan siswa TK.

 

Menurut Sulistyowati, pada Senin (6/4/2026), bertepatan dengan kegiatan upacara pasca-libur Lebaran, siswa TK tidak diperbolehkan masuk melalui gerbang utama. Bahkan, pintu disebut dalam kondisi terkunci dan dijaga oleh salah satu guru SD.

 

“Biasanya anak-anak bisa lewat, tapi saat itu tidak boleh sama sekali. Anak-anak akhirnya tertahan di luar cukup lama,” ungkapnya.

 

Saksi mata sekaligus wali murid TK PGRI 03, Hariyanto, membenarkan adanya ketegangan di lokasi.

 

Ia menyebut seorang guru SD sempat melarang keras akses masuk dengan alasan halaman merupakan area internal SD.

 

“Guru tersebut mengatakan selain pihak SD tidak boleh lewat. Karena anak-anak TK sudah kepanasan dan terlambat masuk, akhirnya wali murid dan guru TK membuka gerbang secara paksa,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui sempat terjadi gesekan fisik ringan antara pihak guru dan wali murid, meski tidak sampai menimbulkan korban dan situasi berhasil diredam.

 

Sementara itu, Kepala SD Negeri Sisir 1, Dewi Nugraeni, M.Pd, yang baru menjabat sejak awal Maret 2026, menjelaskan bahwa pembatasan akses dilakukan karena faktor keselamatan selama proses renovasi berlangsung.

“Material bangunan cukup banyak dan berbahaya. Saat upacara juga harus steril agar tidak mengganggu jalannya kegiatan,” terangnya.

 

Ia menambahkan, selama ini akses bagi siswa TK tetap diizinkan, namun dengan pengawasan. Pihaknya juga mengakui telah terjadi miskomunikasi di lapangan.

 

“Sudah kami komunikasikan kembali. Sekarang sudah clear, anak-anak TK tetap bisa lewat dengan pengaturan, terutama saat tidak ada pengibaran bendera,” jelasnya.

 

Diketahui, TK PGRI 03 memiliki sekitar 46 siswa kelompok A dan B yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk kegiatan belajar.

 

Peristiwa ini menjadi sorotan warga sekitar, yang menilai perlunya koordinasi lebih baik antar lembaga pendidikan dalam satu kawasan, terutama di tengah proyek pembangunan yang berdampak langsung pada aktivitas siswa lintas sekolah.( Eno).