Bentuk Generasi Qurani Berdaya Saing Global, SMP Al Hikmah IIBS Gelar Majupesat 2026 Selama 47 Hari
Batu | Serulingmedia.com – SMP Al Hikmah Islamic International Boarding School (IIBS) menggelar program Majupesat 2026 sebagai rangkaian pembinaan intensif bagi santri baru yang berlangsung selama 47 hari, mulai 13 Juli hingga 28 Agustus 2026.
Program ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter santri melalui perpaduan pembiasaan ibadah, penguatan akademik, pengembangan keterampilan hidup (life skills), literasi digital, kepemimpinan, hingga wawasan kebangsaan.

Majupesat dirancang bukan sekadar masa orientasi, melainkan proses pendidikan yang menyiapkan santri agar mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren sekaligus tumbuh menjadi generasi Qurani yang mandiri, disiplin, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan era global.
Sejak hari pertama, para santri dibiasakan menjalani rutinitas yang sarat nilai kedisiplinan.
Aktivitas dimulai pada pukul 03.00 WIB dengan Qiyamul Lail, dilanjutkan salat Subuh berjamaah, zikir pagi, serta pembelajaran fikih ibadah yang meliputi thaharah, fikih salat, fikih istinjak, hingga muamalah bersama para asatidz.
Pembiasaan tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter santri agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penguatan spiritual, Majupesat 2026 memberikan perhatian besar pada pembentukan kemandirian melalui berbagai materi life skills.
Para santri mendapatkan pelatihan mengatur kamar, mencuci pakaian, menyetrika, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga menerapkan adab tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Seluruh kegiatan didampingi wali kelas dan mushrif asrama sehingga proses pembelajaran berlangsung secara terarah.
Di bidang akademik, santri dikenalkan dengan sistem pembelajaran SMP Al Hikmah IIBS melalui sosialisasi kurikulum, pengenalan Learning Management System (LMS), pelatihan desain grafis menggunakan Canva, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, serta Pearson Level Test untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris setiap santri.
Sekolah juga menghadirkan berbagai instansi sebagai mitra edukasi guna memperluas wawasan peserta didik.

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membekali santri dengan pengetahuan mitigasi bencana, Puskesmas melaksanakan pemeriksaan kesehatan, sedangkan Satlantas Polres memberikan edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Budaya literasi menjadi bagian penting dalam program ini. Santri dibimbing menyusun resensi buku, memanfaatkan perpustakaan secara optimal, memahami literasi keuangan (financial literacy), serta memperoleh pembekalan kepemimpinan dan personal branding sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Aspek kebugaran fisik juga tidak luput dari perhatian. Para santri mengikuti tes kesamaptaan, pengukuran VO2Max, serta Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengukur kondisi fisik sekaligus membangun pola hidup sehat.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai agenda kebangsaan dan keagamaan, seperti peringatan Hari Pramuka, HUT ke-81 Republik Indonesia, serta Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan pentas seni, kreativitas, dan berbagai karya santri.
Kepala SMP Al Hikmah IIBS, Moch. Salahuddin Thalut, mengatakan Majupesat merupakan program strategis sekolah untuk membangun fondasi karakter santri sejak awal memasuki lingkungan boarding school.
“Majupesat bukan sekadar kegiatan penyambutan santri baru. Program ini adalah proses pembentukan karakter secara menyeluruh agar mereka memiliki kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan akhlak mulia sebagai bekal menjalani pendidikan di pesantren maupun ketika terjun ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Salahuddin, pendidikan di SMP Al Hikmah IIBS dibangun di atas keseimbangan antara kecerdasan spiritual, akademik, dan keterampilan abad ke-21.
Karena itu, sekolah juga memperkenalkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai sarana pembelajaran yang harus dimanfaatkan secara bijaksana.
“Kami ingin melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas belajar, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Akhlak dan nilai Islam tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pendidikan di SMP Al Hikmah IIBS,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian Majupesat 2026 mampu melahirkan santri yang tangguh menghadapi perubahan zaman, memiliki jiwa kepemimpinan, berwawasan global, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
“Harapan kami, setiap santri mampu menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, cinta Al-Qur’an, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Melalui Majupesat 2026, SMP Al Hikmah IIBS menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan berbasis pesantren yang memadukan penguatan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, literasi digital, dan kepemimpinan.
Program ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi Islami yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.( Eno).






