Dua Dekade Lebih Mengabdi: Tagana Kota Batu Memantapkan Peran melalui Markas Komando Baru
Batu | Serulingmedia.com — Pada usianya yang ke-22, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batu memasuki babak baru perjalanan pengabdian.
Tidak lagi hanya dikenal sebagai barisan relawan yang tangguh di setiap bencana, Tagana kini meneguhkan dirinya sebagai institusi sosial yang adaptif, modern, dan semakin profesional.

Tonggak penting ini ditandai dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-22 sekaligus penempati Markas Komando (Mako) Tagana yang baru di Jalan Abdul Gani Atas No. 8, pada Kamis (2/4/2026).
Seremoni diadakan sederhana namun sarat makna. Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Lilik Farida, SH, memimpin prosesi pemotongan tumpeng—sebuah simbol tradisi yang mengandung ungkapan syukur dan harapan.
Dalam sambutannya, Lilik menegaskan bahwa keberadaan markas baru ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas, tetapi sebagai ruang strategis untuk peningkatan kapasitas para anggota Tagana.
“Dengan adanya tempat yang lebih permanen, kami berharap Tagana semakin fokus mengembangkan kompetensinya sebagai garda terdepan penanggulangan bencana. Era telah berubah, sehingga adaptasi terhadap teknologi dan pola kerja modern menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Lilik dengan nada penuh optimisme.
Ia menambahkan, kekuatan fisik dan semangat Tagana selama ini memang tidak diragukan. Namun, transformasi digital dalam kebencanaan menuntut peningkatan keterampilan yang lebih komprehensif—mulai dari pemetaan risiko, komunikasi cepat, hingga pengelolaan data berbasis teknologi.
Tagana sebagai Pilar Sosial Kota Batu
Dinas Sosial menilai peran Tagana tidak hanya tercermin dari kehadirannya ketika bencana terjadi. Lebih dari itu, Tagana telah menjadi bagian dari ekosistem sosial yang menopang kebutuhan masyarakat.

Mereka terlibat dalam dapur umum, kebersihan, keamanan, serta mendukung berbagai program pendidikan sosial.
Meski tahun ini terdapat pengurangan 19 anggota yang biasanya membantu program sekolah rakyat, manfaat kehadiran Tagana tetap dirasakan luas oleh masyarakat.
“Pilihan sosial kami tidak hanya berpusat pada Tagana, tetapi seluruh jejaring relawan sosial Kota Batu. Namun, kontribusi Tagana dalam berbagai sektor sosial telah terbukti memberikan dampak signifikan. Dengan markas baru ini, kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat,” lanjut Lilik.
Salah satu langkah strategis tersebut ialah penyediaan ruang sekretariat bersama relawan sosial di Mako Tagana, sehingga koordinasi antarlembaga sosial dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Hadiah yang Menguatkan Ikatan Tagana dan Pemerintah
Dalam suasana haru penuh kebanggaan, Ketua Tagana Kota Batu, Simon Purwo Ali, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah.
“Penempatan markas ini adalah hadiah ulang tahun yang berharga bagi kami. Mako Tagana akan menjadi pusat koordinasi intensif penanggulangan bencana, baik alam maupun sosial. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Batu atas kepercayaan ini,” ucap Simon.
Lebih dari fasilitas fisik, Simon memandang Mako Tagana sebagai ruang pertumbuhan: tempat penguatan disiplin, pengasahan keterampilan, dan penyusunan strategi kebencanaan yang lebih matang.
Ia juga menegaskan bahwa markas ini akan menjadi pusat penyelenggaraan pendidikan kebencanaan, termasuk program Tagana Masuk Sekolah, sebuah inisiatif untuk mengenalkan konsep mitigasi sejak dini kepada pelajar.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa kebencanaan bukan hanya peristiwa, tetapi pengetahuan yang harus dikuasai. Markas ini akan menjadi pusat pembelajaran itu,” tegasnya.
Menatap Masa Depan Penanggulangan Bencana Kota Batu
Kehadiran Markas Komando Tagana menandai penguatan struktur penanggulangan bencana di Kota Batu.
Kota yang dikenal dengan kontur pegunungan, intensitas hujan tinggi, dan potensi kerawanan alam ini, membutuhkan sistem mitigasi yang tidak hanya mengandalkan respon cepat, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.
Dengan ruang yang lebih representatif, Tagana kini memiliki tempat untuk membangun konsep penanganan yang lebih sistematis: simulasi bencana, pelatihan lintas sektor, hingga pengembangan jejaring relawan.
Perayaan ulang tahun yang ke-22 ini bukan sekadar peringatan waktu, tetapi afirmasi atas perjalanan panjang Tagana dalam pelayanan kemanusiaan.
Di markas baru yang kokoh berdiri, Tagana Kota Batu kembali meneguhkan tekadnya untuk hadir dalam setiap situasi—dengan kesiapsiagaan yang lebih matang, profesionalisme yang lebih kuat, dan empati yang tak pernah berubah. ( Eno).






