Kenduri Agung Kelurahan Ngaglik: Tradisi, Kebersamaan, dan Doa Lintas Iman
Batu | Serulingmedia.com – Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Kota Batu, kembali menggelar tradisi tahunan Kenduri Agung sebagai bentuk selamatan desa.

Acara yang berlangsung di Balai Kelurahan Ngaglik pada Sabtu malam (1/2/2025) ini mengangkat tema “Gemah Ripah Kerto Raharjo”, yang mencerminkan harapan akan kesejahteraan dan kedamaian bagi seluruh warga.
Kenduri Agung tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Salah satu ciri khas acara ini adalah doa lintas iman serta porak tumpeng, di mana masing-masing RW menyerahkan hulu bekti berupa tumpeng sebagai wujud rasa syukur.

Tahun ini, terdapat 16 tumpeng yang berasal dari 15 RW dan satu tumpeng dari satuan Linmas Kelurahan Ngaglik.
Menambah kemeriahan, atraksi Bantengan mengiringi penyerahan tumpeng dari Linmas, mencerminkan keberanian dan kekuatan budaya lokal.

Prosesi Kenduri Agung diawali dengan Tarian Sembrama, persembahan sanggar Belangtelon Ngaglik dimainkan 5 remaja putri. Tarian Sembrama (Sembromo) dari Kota Batu menggambarkan identitas Kota Batu, khususnya nilai-nilai gotong-royong dan keakraban masyarakat.
Tarian Sembrama merupakan tarian kreasi baru yang dibuat sekitar tahun 2003-2004.Tarian ini dibuat atas permintaan Dinas Pariwisata Kota Batu kepada Chattam A.R. Alm. Tarian Sembrama merupakan simbol budaya Kota Batu.
Turut hadir dalam acara ini Camat Batu, Danramil, Kapolsek Batu, Sekretaris Bakesbangpol, mantan Lurah Ngaglik, serta para tokoh masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Shihab, seorang penyandang tunanetra yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang dalam beribadah dan berkontribusi.

Ketua panitia, Yuris Effendi, menjelaskan bahwa Kenduri Agung digelar setiap Selasa Kliwon dengan berbagai kegiatan, seperti gerak jalan, bantengan, dan pengajian umum. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 2016, meskipun belum ada kepastian mengenai usia Kelurahan Ngaglik. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki bukti sejarah terkait diimbau untuk menyerahkannya kepada pihak kelurahan.
” Oleh karena itu jika ada yang mengetahui dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, bisa diserahkan ke Kepala Kelurahan ” Ungkap Yuris.

Lurah Ngaglik, Rendra Ardinata, S.Kom., M.Si, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam perayaan ini. Ia menegaskan bahwa Kenduri Agung adalah doa yang dipanjatkan dalam berbagai bentuk, baik secara lisan maupun dalam simbol tumpeng, dengan harapan agar seluruh warga Kelurahan Ngaglik diberkahi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan.
” Kenduri agung yang berisi doa mulai awal hingga hari ini semuanya doa. Baiknyang disampaikan dalam lisan maupun berupa simpul dalam sajian tumpeng semoga diijabah Alloh Tuhan yang Maha Esa, sehingga seluruh warga masyarakat kelurahan Ngaglik sejahtera, selamat dan sehat semuanya ” Jelas Rendra.

Anggota Komisi A DPRD Batu, Arta Wijaya, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menilai Kenduri Agung sebagai bentuk uri-uri budaya yang mempererat persatuan warga.
“Tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai kekuatan persatuan yang menguatkan solidaritas antarwarga,” tegasnya.

Sebagai puncak acara, porak tumpeng atau rebutan tumpeng menjadi simbol kebersamaan dan keberlimpahan. Warga dengan penuh semangat saling berbagi dan menikmati hidangan sebagai wujud rasa syukur bersama.
Dengan penyelenggaraan Kenduri Agung, Kelurahan Ngaglik tidak hanya menjaga tradisi leluhur tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarwarga. Semoga semangat kebersamaan ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ngaglik.(Eno)






