Disperindag Jatim Gerak Cepat! Semua Beras Busuk di Ngaglik Langsung Diganti

Screenshot_2025-11-13-17-57-33-659_com.android.chrome-edit

Batu | Serulingmedia.com – Respons cepat ditunjukkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur usai muncul keluhan warga terkait beras busuk dalam kegiatan pasar murah di Kota Batu.

Melalui tim penyedianya, seluruh beras yang rusak langsung diganti tanpa menunggu lama.

Tindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki komitmen kuat dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

Penyerahan penggantian dilakukan di Balai Kelurahan Ngaglik, Kamis sore (13/11/2025) menjadi bukti nyata bahwa tanggung jawab bukan sekadar kata-kata.

Arief Rahman selaku penyedia beras menyerahkan dua sak beras pengganti kepada Ketua RT 04 RW 03 Dusun Lesti, Nur Cholis — suami dari warga penerima, Puji Rahayu.

Proses ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Kelurahan Ngaglik, Erfan, serta Kuswandi dari Disperindag Provinsi Jawa Timur.

Arief juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Ngaglik dan Kota Batu atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa peristiwa itu murni musibah, bukan kesengajaan, kemungkinan akibat faktor cuaca yang memengaruhi kualitas beras di dalam kemasan.

“Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada bapak dan warga Ngaglik yang mendapatkan beras tidak baik. Semua sudah kami ganti. Hal itu bukan kesengajaan, mungkin faktor cuaca yang memengaruhi kondisi beras dalam kemasan 5 kilogram,” ujar Arief Rahman dengan nada menyesal.

Permintaan maaf dan penggantian beras tersebut bukan hanya soal mengganti barang yang rusak, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab moral dan sosial.

Dalam konteks pelayanan publik, sikap terbuka seperti ini mencerminkan prinsip good governance — pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Arief juga meminta agar masyarakat tidak segan melapor apabila masih ada yang menerima beras rusak dari kegiatan pasar murah tersebut.

“Kalau ada warga lain yang merasa dirugikan, bisa menyampaikan komplain ke kelurahan atau desa. Nanti akan diteruskan ke Disperindag Provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kuswandi dari Disperindag Jatim menjelaskan, kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Junrejo, Batu, dan Bumiaji. Total beras yang disalurkan mencapai 4,5 ton dengan tiga varian kualitas — dari premium hingga standar.

“Setiap kecamatan kami sediakan 300 sak beras kemasan 5 kilogram. Hanya sepuluh warga yang mengalami beras rusak, dan semuanya sudah kami ganti. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkas Kuswandi.

Fakta ini menegaskan bahwa sistem distribusi bantuan sosial skala besar memang tidak terlepas dari risiko teknis, namun yang lebih penting adalah bagaimana pihak terkait menanganinya secara cepat, terbuka, dan bertanggung jawab.

Penggantian beras busuk di Ngaglik Batu bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal moralitas dan kepercayaan publik.

Selama pemerintah dan penyedia berani bersikap terbuka dan bertanggung jawab, maka setiap masalah dapat menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat — hubungan yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan.

Langkah cepat Disperindag Jatim ini mendapat apresiasi warga, karena menunjukkan tanggung jawab dan komitmen tinggi pemerintah terhadap kualitas bantuan bagi masyarakat.( Eno).